Profil Tim Grup F Piala Dunia 2022: Masih Adakah Generasi Emas Belgia?

Timnas Belgia yang sekarang bukanlah yang beberapa tahun lalu. Belgia sempat menduduki peringkat pertama ranking FIFA dalam waktu yang cukup lama.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 03 Agustus 2022, 00:01 WIB
Kevin De Bruyne. Pada putaran final Piala Dunia 2022, Grup F dihuni oleh Belgia, Kanada, Maroko dan Kroasia. Gelandang serang Belgia berusia 31 tahun, Kevin De Bruyne menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi dari seluruh pemain di Grup F dengan nilai 85 juta Euro atau hampir setara Rp1,3 triliun. Bersama Timnas Belgia ia telah mengoleksi 91 caps dengan torehan 24 gol dan 45 assist sejak melakukan debut pada 11 Agustus 2010. (AFP/Pool/Andreas Gebert)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Belgia menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar 21 November hingga 18 Desember.

Belgia memastikan tiket Piala Dunia 2022 Qatar usai menang 3-1 atas Estonia di laga ketujuh Grup E kualifikasi zona Eropa. Kemenangan tersebut membuat Belgia mengoleksi 19 poin dan tak bisa dikejar Wales yang terpaut lima anga dan cuma tersisa satu laga.

Christian Benteke membuka gol kemenangan Belgia ke gawang Estonia. Benteke membuat gol di menit ke-11. Namun setelah itu Belgia kesulitan menambah gol.

Belgia baru bisa menggandakan skor di menit 53 melalui sepakan jarak jauh gelandang sayap Yannick Carrasco.

Estonia bisa memperkecil ketertinggalan melalui aksi Erik Sorga di menit 70. Belgia kembali menjauh empat menit kemudian setelah Thorgan Hazard menyelesaikan umpan dari Kevin de Bruyne.

Di akhir kualifikasi, Belgia mengumpulkan 20 poin dari delapan laga. Belgia mengumpulkan enam kemenangan dan dua kali imbang tanpa kekalahan.

Pada Piala Dunia 2022 nanti, Belgia tergabung di Grup F. Mereka bakal bersaing dengan Kanada, Maroko dan Kroasia.

Di atas kertas, cuma Kroasia yang bisa menjadi batu sandungan bagi Belgia. Luka Modric dan kolega berstatus sebagai runner up Piala Dunia 2018, setelah dikalahkan Prancis pada babak final.

“Kami berada dalam situasi di mana kami selalu harus memenangkan segalanya. Saya sangat senang para pemain kami menangani ini dengan baik. Mereka selalu melakukannya," kata Martinez.


Generasi Emas Sudah Habis?

Divock Origi (tengah) mulai tak dipanggil untuk memperkuat Timnas Belgia pada Euro 2020 lalu. Alasannya karena dirinya mulai terpinggirkan di skuat Liverpool asuhan Klopp. Origi jarang dimainkan akibat ketatnya persaingan di lini depan The Reds. (Foto: AFP/Kirill Kudryavtsev)

Belgia yang sekarang bukanlah Belgia yang beberapa tahun lalu. Belgia sempat menduduki peringkat pertama ranking FIFA dalam waktu yang cukup lama.

Akan tetapi, generasi emas yang dimiliki Belgia hingga saat ini belum menghasilkan apa-apa. Bahkan, generasi emas dianggap sudah lewat hingga beberapa pemain baru yang belum teruji, bermunculan di tim nasional.

Di antaranya adalah Charles De Ketelaere (Club Brugge), Hans Vanaken (Club Brugge), Leander Dendoncker (Wolverhampton Wanderers) dan Arthur Theate (Bologna).

Meski demikian, nama-nama beken akan tetap berada di skuad, contohnya semisal: Eden Hazard, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, dan Kevin de Bruyne.

Lanjut Baca:

Dari keempat nama tersebut, mungkin hanya De Bryune dan Courtois yang bisa dikatakan berbahaya. Karena pemain seperti diketahui, Hazard, Lukaku, bukan lagi pilihan utama di timnya masing-masing. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya