Liputan6.com, Jakarta: Departemen Sosial dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menyanggah temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang menyatakan bahwa di kedua lembaga ini terjadi sejumlah penyimpangan. Baru-baru ini, Perum Peruri menyanggah tuduhan penggelembungan harga kertas dan cetak uang dengan cara rekayasa akuntansi. Sedangkan Depsos menilai BPK telah mendiskreditkan departemen tersebut [baca: Puluhan Triliun Dana APBN 2002 Diselewengkan].
Direktur Utama Perum Peruri Kusnan Martano menegaskan, fluktuasi harga kertas terjadi murni karena mekanisme pasar. Menurut dia, penggelembungan harga cetak uang dengan rekayasa akuntansi sama sekali tak terjadi karena kopi dokumen yang pernah dibahas di sejumlah media sebenarnya baru menjadi wacana pribadi seorang staf.
Sementara Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menilai, temuan BPK sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan dirinya. Untuk itu, jika BPK tak menjelaskan lebih lanjut mengenai temuannya, Mensos akan mengajukan gugatan ke pengadilan [baca: Merasa Dipojokkan, Mensos Akan Menuntut BPK]. Data audit BPK sebenarnya telah ditanggapi oleh Depsos, November silam. Dalam laporan itu, BPK mengungkapkan adanya menyimpangan penggunaan dana usaha kesejahteraan sosial.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)
Direktur Utama Perum Peruri Kusnan Martano menegaskan, fluktuasi harga kertas terjadi murni karena mekanisme pasar. Menurut dia, penggelembungan harga cetak uang dengan rekayasa akuntansi sama sekali tak terjadi karena kopi dokumen yang pernah dibahas di sejumlah media sebenarnya baru menjadi wacana pribadi seorang staf.
Sementara Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menilai, temuan BPK sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan dirinya. Untuk itu, jika BPK tak menjelaskan lebih lanjut mengenai temuannya, Mensos akan mengajukan gugatan ke pengadilan [baca: Merasa Dipojokkan, Mensos Akan Menuntut BPK]. Data audit BPK sebenarnya telah ditanggapi oleh Depsos, November silam. Dalam laporan itu, BPK mengungkapkan adanya menyimpangan penggunaan dana usaha kesejahteraan sosial.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)