Liputan6.com, Jakarta Meskipun telah vakum selama dua tahun karena pandemi, ajang Abang None Jakarta Barat tetap dibanjiri peminat. Sekitar 250 pendaftar menjalani proses seleksi sejak tanggal 25 Juni 2022.
Setelah melalui seleksi, maka terpilihlah 30 orang atau 15 pasang Abang None Jakarta Barat 2022 sebagai finalis. 15 pasang finalis menunjukkan bakat masing-masing di acara Malam Final Pemilihan Abang-None Jakarta Barat 2022 tersebut.
Advertisement
Apresiasi mengenai hal tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat, Ibu Iin Mutmainah saat membuka acara Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Barat 2022 yang berlangsung di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat pada 29 Juli 2022.
“Saya bangga melihat antusiasime anak muda Jakarta Barat dalam ajang pemilihan Abang None Jakarta Barat 2022. Pendaftarnya hingga 250 orang. Meskipun sebelumnya kita sempat berhenti selama dua tahun karena pandemi, ternyata semangat mereka ini menambah optimisme kita semua untuk bangkit,” kata Iin Mutmainah.
Karantina Sebulan
Sebelumnya, 15 pasang finalis ini telah mendapatkan pembekalan dan karantina selama satu bulan.
Pada malam final, dari 30 peserta yang terdiri dari 15 Abang dan 15 None ini selanjutnya akan dipilih enam pasang terbaik yang terdiri dari Abang & None Jakarta Barat, Wakil 1, Wakil 2, Juara Harapan 1, Juara Harapan2, dan Favorit.
“Semoga nantinya para finalis terpilih ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Jakarta Barat dan menginspirasi anak-anak muda lainnya dalam memajukan pariwisata Jakarta,” tutur Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Barat, Sonti Pangaribuan.
Penilaian Dewan Juri
Para finalis tampak anggun dan gagah dalam peragaan busana dengan tema “Gemilang Malam Jakarta”. 15 pasang finalis menunjukkan keagungan budaya Betawi dengan mengenakan busana Kebaya Encim dan baju Koko khas Betawi di awal acara dengan suguhan tarian bertema “Fajar di Batavia”.
Setelah itu mereka dengan riang menampilkan suguhan cerita keseharian para pemuda Jakarta dalam pertunjukan “Betawi Tempo Dulu”.
15 pasang finalis ini dinilai oleh para dewan juri yang telah ahli dibidangnya. Aspek penilaiannya meliputi bidang Kepemerintahan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Psikologi, Etika, Public Relation, dan Marketing.