Piala Dunia 1998: Sihir Zinedine Zidane Bersama Timnas Prancis yang Berujung Juara

Permainan Zinedine Zidane sempat diragukan di awal keikutsertaannya Piala Dunia 1998. Tapi magi sang gelandang muncul di saat yang tepat untuk membawa Timnas Prancis terbang tinggi.

oleh Alan KusumaDiperbarui 20 Juli 2022, 14:14 WIB
Legenda Timnas Prancis, Zinedine Zidane, di ajang Piala Dunia 1998. (AFP/Guillaume Baptiste)

Liputan6.com, Jakarta- Piala Dunia 1998 kerap membicarakan bagaimana Brasil keok dari Timnas Prancis di partai final. Cerita kemudian dibarengi dengan kisah misterius Ronaldo yang sempat mengalami kejang lengkap dengan teori konspirasi yang membalutnya.

Tapi mari sejenak menepi dari cerita yang tak punya ujung tersebut. Mari membicarakan Zinedine Zidane bermain.

Untuk kisah pria kelahiran Marseille ini agaknya memang tak bisa dipisahkan pula dengan perjalanan Timnas Prancis di Piala Dunia 1998. Zidane sempat berstatus zero kemudian [berproses] menjadi hero.

Zidane memula Piala Dunia 1998 dengan catatan buruk. Di babak grup, eks bintang Real Madrid ini hanya bermain dua kali. Itu juga tidak penuh. Di laga kedua, Zidane mendapat kartu merah saat menghadapi Arab Saudi sehingga ia hanya bermain selama 71 menit saja.

Zidane absen dua laga dan baru kembali diturunkan saat babak perempat final. Artinya, tak bersama tim saat laga pemungkas Grup C menghadapi Denmark dan berada di bangku cadangan saat meliat Les Bleus menang tipis 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar.

Di laga babak perempat final, masa hukuman Zidane rampung. Manajer Aime Jacquet kemudian pede untuk menurunkan pemain yang identik dengan nomor 10 ini di Timnas Prancis.

Sial buat Timnas Prancis dan Zidane tentunya, lawan mereka adalah Italia. Sepanjang perhelatan Piala Dunia 1998, Gli Azzurri tampil cukup memukau dengan berstatus sebagai juara Grup B.

Italia juga masih diperkuat alumnus Piala Dunia 1994. Roberto Baggio, pemain yang gagal membawa Italia naik podium empat tahun sebelumnya itu, adalah salah satu pilar yang turut diboyong Cesare Maldini untuk berlaga di Stade de France.

Italia juga menyertakan pemain muda macam Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Filippi Inzaghi dan Christian Vieri. Mereka yang disebutkan barusan memang tengah bersinar di klub masing-masing ketika itu.


Laga Sulit Zidane di Babak Gugur

Zinedine Zidane. Peraih trofi Euro 2000 bersama Timnas Prancis ini juga dinobatkan sebagai pemain terbaik di akhir turnamen. Nyatanya itu tak cukup. Ia hanya menempati posisi kedua, kalah bersaing dengan Luis Figo yang saat itu memperkuat Real Madrid tanpa satu gelar pun. (AFP/Patrick Hertzog)

Perjalanan Zidane dan Timnas Prancis di laga ini tak mudah. Sebab, sepanjang 90 menit, tak ada gol tercipta sehingga memaksa perpanjangan waktu hingga babak tos-tosan.

Lanjut Baca:

Mujur bagi Timnas Prancis dan Zidane, tentunya, perjalanan mereka untuk melaju ke babak berikutnya sesuai gagasan. Skor 4-3 menutup laga di babak penalti dengan Zidane mencetak satu di antara gol-gol kemenangan Timnas Prancis. Meski terus melaju kencang, publik tuan rumah kian ragu saja dengan kecakapan Zidane. Berstatus sebagai pemain kunci, pria yang ketika itu memperkuat Juventus bermain di bawah ekspektasi. Pun saat menilik Zidane ikut andil di babak semifinal kontra Kroasia. Ketika itu, justru seorang Lilian Thuram yang mencetak dua gol untuk memastikan Timnas Prancis menyegel partai puncak.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya