Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 7 Juli 2022 dan melanjutkan kenaikan secara beruntun jelang laporan data pekerjaan utama.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 346,87 poin atau sekitar 1,12 persen ke posisi 31.384,55. Indeks S&P 500 menguat 1,5 persen ke posisi 3.902,62. Indeks Nasdaq bertambah 2,28 persen menjadi 11.621,35.
Advertisement
Indeks S&P 500 mencatat kemenangan beruntun selama empat hari, dan menyamai rentang terbaik tahun ini, menurut Bespke Investment Group.
Saham energi termasuk di antara yang memimpin kenaikan pada Kamis, 7 Juli 2022 dan membalikkan beberapa kerugian baru-baru ini karena harga minyak yang mengaut. Saham Exxon naik 3,2 persen dan Occidental Petroleum bertambah hampir 4 persen.
Saham Freeport-McMoran dan Nucor masing-masing naik 6,7 persen dan 4,3 persen seiring kenaikan saham komoditas.
Produsen chip mendorong sektor teknologi setelah Samsung Korea Selatan membukukan lonjakan laba 11 persen dan pendapatan 31 persen yang didorong penjualan memori chip yang kuat. Saham AMD dan Nvidia masing-masing naik 5,2 persen dan 4,8 persen. Semiconductor melonjak lebih dari 9 persen.
Indeks Nasdaq juga menguat dalam empat sesi berturut-turut, sedangkan indeks Dow Jones naik dalam tiga dari empat sesi terakhir.
"Tidak perlu banyak keyakinan dalam langkah ini, tetapi bagus untuk melihat dengan tidak adanya berita negatif baru, pasar memantul dari level jenuh jual jangka pendek," ujar Investment Strategist Edward Jones, Angelo Kourkafas, dikutip dari laman CNBC, Jumat (8/7/2022).
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Gerak Saham di Wall Street
Selain itu, penggerak pasar lainnya GameStop yang naik 15 persen setelah ritel video game mengatakan pemecahan saham atau stock split 4 berbanding 1 disetujui oleh dewannya.
Saham Solar juga menguat dengan Sunrun naik lebih dari 7 persen. Bahkan dengan kenaikan baru-baru ini, indeks S&P 500 masih turun sekitar 19 persen dari posisi tertinggi sepanjang masa pada Januari 2022. “Kami pikir jika posisi terendah tidak masuk, mereka sudah dekat,” ujar Equity Strategist LPL Financial Jeff Buchbinder.
Dari sisi ekonomi, klaim pengangguran awal dan klaim berkelanjutan, keduanya naik sedikit pekan lalu. Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Mei sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan pada USD 85,5 miliar tetapi masih turun dari bulan ke bulan.
Laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja akan keluar pada Jumat pekan ini dan data ketenagakerjaan dapat memerlukan pengawasan ekstra karena investor mencoba mengukur kesehatan ekonomi AS.
“Dengan anekdot PHK sektor teknologi dan pembekuan perekrutan, pembacaan di bawah 50 untuk survei layanan ISM manufacturing dan services, dan meningkatnya klaim pengangguran, laporan pekerjaan pada Jumat akan memiliki signifikansi khusus,” ujar Chief US Equity Strategist Credit Suisse Jonathan Golub.
Ekonom yang disurvei Dow Jones perkirakan kenaikan 250.000 pekerjaan untuk Juni, dan cenderung melambat dari posisi Mei sebesar 390.000.
Penutupan Wall Street 7 Juli 2022
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Rabu, 6 Juli 2022 seiring investor mempelajari risalah terbaru dari the Federal Reserve (the Fed).
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 69,86 poin atau 0,23 persen menjadi 31.037,68. Indeks S&P 500 menanjak 0,36 persen ke posisi 3.845,08. Indeks Nasdaq bertambah 0,35 persen ke posisi 11.361,85.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq kini menguat dalam tiga sesi berturut-turut. Ini kemenangan beruntun tiga hari pertama untuk S&P 500 sejak akhir Mei 2022.
Saham menguat setelah the Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan Juni menunjukkan bank sentral berkomitmen menurunkan inflasi. Anggota the Fed mengatakan pertemuan pada 26 dan 27 Juli 2022 kemungkinan akan melihat kenaikan 50 hingga 75 basis poin, demikian risalah menunjukkan.
“Dalam membahas tindakan kebijakan potensial pada pertemuan mendatang, pihak partisipan terus mengantisipasi kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target untuk suku bunga dana federal akan sesuai untuk mencapai tujuan komite,” bunyi risalah tersebut.
“Secara khusus, peserta menilai kenaikan 50 hingga 75 basis poin kemungkinan akan sesuai pada pertemuan berikutnya,”
Sektor saham defensif dan utilitas termasuk sektor yang mencatat kinerja terbaik pada Rabu pekan ini. Saham Northrop Grumman melonjak 3,8 persen, sementara itu saham UnitedHealth Group bertambah hampir 2 persen. Saham Constellation Energy naik lebih dari 3 persen.
Harapan Investor
Saham teknologi juga mencatat kinerja baik. Saham Cisco Systems dan Adobe masing-masing naik 1,7 persen dan Microsoft menguat 1,3 persen.
Imbal hasil obligasi memperpanjang kenaikan setelah rilis risalah the Fed yang menunjukkan investor mungkin menilai bank sentral lebih agresif. Itu akan meyakinkan beberapa investor saham yang ingin bank sentral memperlambat inflasi sehingga ekonomi dapat lebih cepat normal.
“Saya pikir apa yang pasar mungkin kaitkan adalah komentar tentang bagaimana sikap yang lebih ketat mungkin tepat jika tekanan inflasi bertahan. Itu mungkin lebih hawkish daripada komentar Powell pada konferensi persnya,” ujar Macro Strategist Wells Fargo, Zachary Griffiths, dikutip dari laman CNBC, Kamis, 7 Juli 2022.
Ia menambahkan, hal itu mungkin komentar yang mengindikasikan akan tolerir resesi ringan dan terus memperketat kebijakan jika data inflasi tetap terlalu tinggi.
"Saya pikir mereka mencoba untuk berkomunikasi bahwa mereka berkomitmen untuk mengendalikan inflasi,” ujar dia.
Di sisi lain, saham energi termasuk sektor yang catat kinerja buruk pada Rabu, 6 Juli 2022. Hal ini seiring harga minyak melanjutkan koreksi baru-baru ini. Saham Chevron turun 1,3 persen dan Diamondback Energy tergelincir 3,4 persen.