Gol Hantu Frank Lampard di Piala Dunia yang Menggemparkan, Manuel Neuer Beri Pengakuan

Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bahwa tembakan Frank Lampard menerbangkan bola menggetarkan tiang, dan sempat masuk ke dalam gawang.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 28 Juni 2022, 08:00 WIB
Frank Lampard (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, Jakarta 12 tahun yang lalu, dunia sepak bola dikejutkan dengan kejadian kontroversial di Piala Dunia 2010. Gol Frank Lampard dianulir saat Timnas Inggris melawan Jerman di babak 16 besar.

Pada awalnya, pertandingan berjalan baik-baik saja. Jerman mengganas di awal babak pertama. Baru 32 menit laga berjalan, Jerman sudah unggul 2-0 melalui gol Miroslav Klose dan Lukas Podolski.

Inggris berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-37. Adalah Matthew Upson yang mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan.

Dua menit kemudian, kontroversi terjadi. Bermula dari James Milner mengirim umpan kepada Jermaine Defoe di depan kotak penalti.

Defoe berupaya menembus lini belakang Jerman, tetapi bola berhasil ditekel. Bola memantul ke Frank Lampard yang segera mengirim tembakan lob.

Bola membentur bagian bawah mistar gawang, memantul di tanah hingga sekali lagi membentur mistar sampai kemudian Manuel Neuer mengamankannya.

Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bahwa tembakan tersebut menerbangkan bola menggetarkan tiang, dan sempat masuk ke dalam gawang.

Namun, bola bergerak terlampau cepat, sehingga wasit dan ofisial pertandingan hanya melihat saat bola ditangkap Neuer usai mengenai tiang. Skor pun urung berubah menjadi 2-2.

Suporter Inggris berang dengan keputusan wasit dan merasa tim kesayangan mereka dikecewakan dengan sistem yang cacat.

Pada akhirnya, Jerman menambah dua gol via serangan balik yang diselesaikan Thomas Mueller. Inggris kalah 1-4. Ini menjadi kekalahan terbesar mereka di ajang Piala Dunia.


Tidak Menyesal

Frank Lampard dan Steven Gerrard usai laga persahabatan internasional antara Inggris vs Brasil di Stadion Wembley, London (6/2/2013). (EPA/Andy Rain).

Soal momen kontroversial Piala Dunia itu, melalui Goal Lampard mengaku tidak menyesal. Dia justru senang karena insiden itu membuat teknologi garis gawang digunakan secara reguler di sepak bola hari ini.

“Saya tidak terlalu memikirkannya. Saya tidak melihat banyak gunanya memiliki malam susah tidur saat memikirkan hal itu," kata Lampard.

Itu mengubah permainan menjadi lebih baik, jadi saya senang. Ini adalah langkah positif untuk permainan secara keseluruhan dengan diperkenalkannya teknologi garis gawang," ucapnya.


Kekecewaan Fabio Capello

Fabio Capello menyebut Ronaldo sebaga pembawa pengaruh buruk saat dia memipin Real Madrid. (Four Four Two)

Berbeda dengan Lampard, perlatih Timnas Inggris saat itu Fabio Capello merasa sangat kecewa. Andai gol itu disahkan, dia yakin hasilnya Inggris tidak akan kalah sebesar itu.

Lanjut Baca:

Bahkan, bukan tidak mungkin itu menjadi titik balik kebangkitan Inggris untuk mengalahkan Jerman yang diisi pemain-pemain muda. "Satu hal yang terus saya pikirkan. Saat itu Jerman masih tim muda, sangat muda. Tim muda yang sempat unggul 2-0 lalu bisa jadi 2-2, mereka bakal menghadapi masalah psikologis. Bagi kami, gol itu bisa jadi dorongan luar biasa." katanya "Namun, itu tidak terjadi, dan saya masih tidak bisa menyingkirkan kemungkinan itu dari benak saya. Pikiran itu masih ada, masih di sana," ucap Capello, dilansir The Guardian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya