Liputan6.com, Jakarta: Amukan si jago merah di Pasar Tanahabang, Jakarta Pusat, benar-benar hebat. Lihat saja, hingga Kamis (20/2) pukul 22.00 WIB, kobaran api belum bisa dipadamkan sepenuhnya. Jilatan si jago merah dan asap tebal masih bergerilya di lantai satu hingga tiga Blok A pasar grosir yang berisi sekitar 7.000 kios dan rumah toko bahan tekstil dan barang kelontong itu. Sejauh ini, 40 unit mobil pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran DKI baru mampu melokalisir api agar tak menjalar lebih jauh dari gedung berlantai empat itu.
Hubungan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran Ruddi Tadjudin mengatakan, upaya barisan pemadam kebakaran terhalang kios yang terkunci rapat. Lokasi lorong yang sempit dan disesaki barang membuat mobil pemadam juga sulit mendekati asal api. Alhasil, kios dan ruko berisi produk tekstil masih tampak terbakar dari dalam.
Sebelumnya, diprediksi kobaran api bakal dijinakkan pada sore hingga malam ini [baca: Api Tanahabang Diperkirakan Berkobar Sampai Malam]. Berangkat dari kenyataan tersebut, kini, Dinas Pemadam Kebakaran belum berani memastikan lokasi api yang sudah dilokalisir. Ruddi berharap, si jago merah tak lagi menyambar kios-kios lainnya yang tidak terbakar.
Sementara itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan kerugian yang dialami industri tekstil akibat kebakaran Pasar Tanahabang mencapai lebih dari Rp 3 triliun. Sebab, pasar grosir tersebut menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar tekstil di Tanah Air. Demikian dikemukakan Ketua API Beny Sutrisno di Jakarta, Kamis.
Di mata Beny, kebakaran Pasar Tanahabang tidak hanya menyebabkan kerugian material. Tapi, juga kemungkinan para pedagang memindahkan usahanya ke Pasar Cina atau Taiwan. Selain itu, dia memprediksi butuh waktu satu tahun untuk memulihkan distribusi tekstil di pasar yang terkesan kumuh karena terlalu banyak pedagang dan pembeli tersebut.
Untuk membantu para pedagang, API akan meminta Pemerintah Provinsi DKI dan Perusahaan Daerah Pasar Jaya untuk segera mencarikan tempat berdagang yang baru. Selain itu, asosiasi juga akan meminta bantuan lembaga keuangan seperti Himpunan Perbankan Pemerintah untuk mengulurkan kredit kepada para pedagang.
Menyinggung soal pemindahan, Gubernur DKI Sutiyoso berencana menempatkan para pedagang Pasar Tanahabang ke 14 pasar yang ada di wilayah Ibu Kota. Mutasi ini hanya bersifat sementara sambil menunggu rehabilitasi pasar tersebut kelar [baca: Api Tanahabang Diperkirakan Berkobar Sampai Malam].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Hubungan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran Ruddi Tadjudin mengatakan, upaya barisan pemadam kebakaran terhalang kios yang terkunci rapat. Lokasi lorong yang sempit dan disesaki barang membuat mobil pemadam juga sulit mendekati asal api. Alhasil, kios dan ruko berisi produk tekstil masih tampak terbakar dari dalam.
Sebelumnya, diprediksi kobaran api bakal dijinakkan pada sore hingga malam ini [baca: Api Tanahabang Diperkirakan Berkobar Sampai Malam]. Berangkat dari kenyataan tersebut, kini, Dinas Pemadam Kebakaran belum berani memastikan lokasi api yang sudah dilokalisir. Ruddi berharap, si jago merah tak lagi menyambar kios-kios lainnya yang tidak terbakar.
Sementara itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan kerugian yang dialami industri tekstil akibat kebakaran Pasar Tanahabang mencapai lebih dari Rp 3 triliun. Sebab, pasar grosir tersebut menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar tekstil di Tanah Air. Demikian dikemukakan Ketua API Beny Sutrisno di Jakarta, Kamis.
Di mata Beny, kebakaran Pasar Tanahabang tidak hanya menyebabkan kerugian material. Tapi, juga kemungkinan para pedagang memindahkan usahanya ke Pasar Cina atau Taiwan. Selain itu, dia memprediksi butuh waktu satu tahun untuk memulihkan distribusi tekstil di pasar yang terkesan kumuh karena terlalu banyak pedagang dan pembeli tersebut.
Untuk membantu para pedagang, API akan meminta Pemerintah Provinsi DKI dan Perusahaan Daerah Pasar Jaya untuk segera mencarikan tempat berdagang yang baru. Selain itu, asosiasi juga akan meminta bantuan lembaga keuangan seperti Himpunan Perbankan Pemerintah untuk mengulurkan kredit kepada para pedagang.
Menyinggung soal pemindahan, Gubernur DKI Sutiyoso berencana menempatkan para pedagang Pasar Tanahabang ke 14 pasar yang ada di wilayah Ibu Kota. Mutasi ini hanya bersifat sementara sambil menunggu rehabilitasi pasar tersebut kelar [baca: Api Tanahabang Diperkirakan Berkobar Sampai Malam].(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)