Liputan6.com, Jakarta Hari ini, 20 tahun yang lalu Ronaldinho telah menghancurkan hati jutaan penduduk Inggris. Golnya yang mustahil menyingkirkan Timnas Inggris di babak perempatfinal Piala Dunia 2002.
21 Juni 2002 di Stadion Shizuoka, Jepang, Inggris menghadapi Brasil di babak delapan besar. The Three Lions melaju setelah mengalahkan Denmark 3-0 di babak 16 besar. Sementara Brasil menumbangkan Belgia 2-0.
Advertisement
Inggris membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Michael Owen. Dia berhasil memanfaatkan kesalahan Lucio untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Tapi pendukung Inggris patah hati menjelang berakhirnya babak pertama. Ronaldinho menginspirasi terciptanya gol penyeimbang Brasil.
Dia mengobrak-abrik pertahan Inggris dan kemudian melepaskan umpan manis kepada Rivaldo. Tanpa kontrol, Rivaldo melepaskan tendangan kaki kiri terukur untuk menaklukkan David Seaman.
Kemudian, Ronaldinho mencetak salah satu gol paling berkesan dalam sejarah Piala Dunia untuk menghancurkan Inggris.
Ronaldo mengambil tendangan bebas dari jarak 50 yard. Di sisi kanan, tampak seolah-olah dia akan mengayunkan umpan silang yang akan diarahkan kepada pemain-pemain jangkung seperti Lucio dan Roque Junior.
Seaman mencoba membaca maksud Ronaldinho dengan berdiri agak keluar dari mulut gawang. Nahas bagi Seamen, Ronaldinho malah melepas tendangan lambung menuju gawangnya.
Dia berusaha untuk mundur dan menggapai bola. Seaman gagal, bola meluncur mulus menuju sudut atas gawangnya. Brasil pun mengembalikan keadaan menjadi 2-1.
Kartu Merah
Tujuh menit setelah mencetak gol, Ronaldinho mendapatkan kartu merah usai melakukan tekel keras kepada Danny Mills.
Seperti biasanya, Ronaldinho hanya melepas senyum manis. Bibirnya terbuka hingga terlihat giginya yang putih, sambil memegang kepala, sesekali ia menggelengkan kepalanya.
Unggul jumlah pemain coba dimanfaatkan oleh Inggris. Pasukan Sven Sven Goran Eriksson membombardir pertahanan Tim Samba.
Peluang demi peluang memang berhasil diciptakan, namun akibat penyelesaian akhir yang kurang matang membuat gol penyeimbang yang diharapkan tak kunjung datang.
Hingga akhirnya wasit meniupkan peluit panjang. Para pemain Brasil di bech berlari kegirangan, sementara para pemain Inggris tertunduk lesu, begitu juga dengan para pendukungnya.