Liputan6.com, Jakarta Mantan pemain ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir mendapatkan kehormatan untuk masuk Hall of Fame dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dan dedikasi yang ditorehkan.
Pebulu tangkis yang berusia 36 tahun tercatat menjadi atlet kesepuluh dan atlet perempuan kedua dari Indonesia setelah Susy Susanti yang masuk ke Hall of Fame.
Advertisement
Acara kehormataan Hall of Fame ini diselenggarakan sebelum semifinal Indonesia Open 2022 pada Sabtu (18/6/2022). Penyerahan piagam ini diserahkan oleh Anggota Dewan BWF, Bambang Roedyanto.
Mantan atlet yang akrab disapa Butet itu mengaku sangat tersanjung dan bangga atas pencapaian yang di dunia tepok bulu.
“Makna Hall of Fame ini besar sekali bagi saya karena ini bukti bahwa saya tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di mata dunia,” ucap Liliyana Natsir dilansir dari Antaranews.com. “Dan walaupun saya sudah pensiun tapi saya masih menerima penghargaan dan dihargai.”
Lebih lanjut, tandem Tontowi Ahmad ini mengira bahwa dia akan menerima penghargaan ini bersama dengan atlet yang akrab disapa Owi ini.
“Saya mengira bakal sama Tontowi (Owi) karena kami bermain bareng, tapi tidak tahu mungkin saya dulu, Owi berikutnya,” tutur Liliana.
Sebagai informasi, selain Liliyana Natsir, penghargaan Hall of Fame BWF juga diberikan untuk mantan pebulu tangkis Tiongkok, Zhao Yun Lei.
Puncak Karir Liliyana Natsir
Olimpiade Rio de Janeiro 2016 merupakan puncak karier Liliyana Natsir di kancah bulu tangkis dunia. Atlet kelahiran Manado tersebut akhirnya bisa merengkuh lambang supremasi tertinggi bagi pemain bulu tangkis, yaitu medali emas Olimpiade.
Berpasangan dengan Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir merebut medali emas setelah menang atas pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14 dan 21-12, pada 17 Agustus 2016. Medali emas tersebut menjadi semakin spesial karena diraih bertepatan dengan hari ulang tahun ke-71 Republik Indonesia.
Gelar tersebut juga menjadi pelunasan utang oleh Tontowi/Liliyana. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut merasa berutang karena gagal menyumbangkan medali pada ajang Olimpiade London 2012. Utang tersebut akhirnya berhasil dilunasi di Rio de Janeiro.