Update Covid Hari Ini, 17 Juni 2022: Kasus Baru Terus Bertambah

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat. Pada data Jumat (17/6/2022), ada penambahan 1.220 kasus baru.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 17 Juni 2022, 20:51 WIB
Warga sedang menunggu bus di halte kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (2/03/2021). Data 21 Februari 2021, DKI Jakarta berhasil keluar dari zona merah Covid-19 yang dilaporkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui covid19.go.id, pada Selasa (2/3/2021). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat. Pada data Jumat (17/6/2022), ada penambahan 1.220 kasus baru.

Total akumulatifnya sebanyak 6.065.644 orang di Indonesia hingga saat ini terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Kasus sembuh pada hari ini bertambah 556 orang. Jadi sampai kini total akumulatif ada 5.901.639 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, penambahan kasus meninggal dunia enam orang pada hari ini. Sampai saat ini di Indonesia terdapat 156.679 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Kamis 16 Juni 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Jumat (17/6/2022) pada jam yang sama.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa level transmisi Covid-19 di Indonesia akan naik ke level 2 berdasarkan level transmisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini dikarenakan penambahan kasus yang dipicu subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia.

“Berdasarkan level transmisi menurut WHO, Indonesia akan naik ke level 2. Sekarang kita masih seribu jadi kita monitor ketat,” ujar Budi dalam wawancara yang ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden dikutip Kamis 16 Juni 2022.

Menurut Budi, level transmisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini mirip dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Indonesia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Subvarian BA.4 dan BA.5

Warga menunggu untuk mendapatkan vaksin COVID-19 booster di Mapolsek Jagarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/06/20222). Pemerintah terus menggenjot target pencapaian vaksinasi COVID-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dan juga diharapkan dapat mencegah penyebaran kasus COVID-19 akibat subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5. (merdeka.com/Arie Basuki)

Menkes Budi menambahkan, level 1 transmisi menurut WHO adalah 20 kasus per 100 ribu penduduk per hari. Jika diterjemahkan ke penduduk Indonesia, angka tersebut setara 7.700 per hari.

Perkiraan naiknya level transmisi ke peringkat 2 dikarenakan kasus harian mulai menunjukkan peningkatan hingga tembus angka 1.000. Pihak Budi telah mempelajari pola dari subvarian baru yang menjadi penyebab peningkatan kasus yakni BA.4 dan BA.5.

"Kita amati di Afrika Selatan sebagai negara pertama masuknya BA.4 dan BA.5, puncaknya itu sepertiga dari puncak Omicron atau Delta sebelumnya. Jadi kalau kita Delta dan Omicron puncaknya di 60 ribu kasus per hari, kira-kira puncaknya BA.4 dan BA.5 di 20.000 per hari," ucap Budi.

Lanjut Baca:

Meski demikian, tingkat kematian yang disebabkan BA.4 dan BA.5 diperkirakan jauh lebih rendah. Mungkin, kata Budi, 1/12 atau 1/10 dari Delta dan Omicron. "Jadi kita percaya akan ada kenaikan mungkin maksimalnya 20 ribu per hari satu bulan setelah diidentifikasi jadi sekitar minggu ketiga atau keempat Juli. Kemudian nanti akan turun kembali," terang Menkes Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya