Beberapa Provinsi Nihil Kasus Baru COVID-19, Kemenkes Harap Bisa Dipertahankan

Capaian provinsi dengan nihil kasus baru COVID-19 dapat dipertahankan.

oleh Fitri Haryanti HarsonoDiterbitkan 09 Juni 2022, 13:00 WIB
Warga membawa anjingnya saat berolahraga pada akhir pekan di kawasan Sudirman - Thamrin, Jakarta, Minggu (20/2/2022). Aktivitas warga di kawasan tersebut relatif ramai saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga di ibu kota. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Mohammad Syahril berharap capaian provinsi dengan nihil kasus baru COVID-19 dapat dipertahankan. Hal ini melihat laporan harian COVID-19, yang mana beberapa provinsi nihil kasus baru.

Berdasarkan data harian perkembangan COVID-19 yang dihimpun Satgas COVID-19, ada juga beberapa provinsi yang sudah bertahan berhari-hari tanpa laporan kasus baru. Pada tiga terakhir, tanggal 8 Juni 2022, ada 11 provinsi dengan nol kasus baru.

Kemudian, pada tanggal 7 Juni 2022, sebanyak 12 provinsi tanpa laporan kasus baru COVID-19. Pada 6 Juni 2022, ada 16 provinsi yang nihil kasus baru COVID-19.

"Kalau kita melihat data itu (laporan harian dengan provinsi nihil kasus baru COVID-19) berarti memang tidak ada lagi kasus atau pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19," terang Syharil saat dihubungi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Rabu, 8 Juni 2022.

"Artinya, pada hari itu lho ya. Tapi kan kita lihat juga, ini kan virus ya, mungkin pada hari itu memang tidak ada yang terdeteksi terkonfirmasi COVID-19, namun besok-besok bisa saja ada kasus (baru). Ya, mungkin karena vaksinnya turun. Nah, harapan kita tetap nol kasus baru."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gencarkan Testing dan Tracing

Calon jemaah umrah melakukan tes swab menjelang keberangkatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Hingga saat ini kurang lebih 1.000 jemaah telah diberangkatkan ke tanah suci Mekkah setelah dua tahun pandemi Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Walaupun sejumlah provinsi nihil kasus baru COVID-19, Mohammad Syahril mengimbau pemerintah daerah agar surveilans tetap berjalan. Apalagi di tengah kasus COVID-19 yang terkendali, deteksi pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) harus gencar dilakukan.

"Jadi, yang surveilans itu betul-betul mencari orangnya. Tracing juga sama. Ya, siapa tahu ada orang yang sakit atau bergejala," katanya.

"Testing dan tracing harus dengan aktif sehingga kita bisa lakukan isolasi bila ada orang yang memang positif."

Sebelumnya, Kemenkes sudah menegaskan, Pemerintah terus memantau data-data dan melakukan evaluasi kinerja di lapangan agar upaya mengendalikan COVID-19 sesuai dengan harapan. Beberapa upaya pencegahan untuk mengendalikan COVID-19 adalah penguatan testing, tracing, dan treatment.

“Aktivitas testing dan tracing kontak erat ini sangat penting dalam mencegah penyebaran. Kami meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan testing apalagi yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien COVID-19," jelas Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi pada pernyataan resmi, Kamis (17/2/2022).

"Tidak perlu takut untuk karantina atau isolasi mandiri (isoman) karena Kemenkes menyediakan layanan telemedisin maupun konsultasi dengan nakes di puskesmas untuk memantau perkembangan kesehatan masyarakat."

Kasus Aktif Harian di Angka 3.000

Calon jemaah umrah melakukan tes swab menjelang keberangkatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (11/1/2022). Hingga saat ini kurang lebih 1.000 jemaah telah diberangkatkan ke tanah suci Mekkah setelah dua tahun pandemi Covid-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 nasional per 8 Juni 2022, angka kesembuhan harian bertambah 258 terdiri 252 transmisi lokal dan 6 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Sehingga kini angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,8 juta orang sembuh atau tepatnya 5.897.630 orang (97,4 persen).

Kasus aktif nasional atau pasien COVID-19 membutuhkan perawatan medis, bertambah 258 kasus dan angka kumulatifnya di kisaran 3.000 kasus atau tepatnya 3.922 kasus (0,0 persen). Angka kematian bertambah 4 kasus transmisi lokal. Sehingga jumlah kumulatif nasional menjadi 156.628 kasus (2,6 persen).

Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan antigen) bertambah 520 kasus terdiri 476 kasus transmisi lokal dan 44 PPLN. Sehingga angka kumulatifnya atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 6.058.180 kasus.

Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan antigen) per hari sebanyak 72.898 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 4.068 kasus.

Pada perkembangan program vaksinasi COVID-19, penerima vaksin ke-1 bertambah 52.727 dengan totalnya melebihi angka 200 juta atau tepatnya 200.681.903 orang. Penerima vaksinasi ke-2 bertambah 63.238 dengan totalnya melebihi 167 juta atau tepatnya 167.859.558 orang.

Serta vaksinasi ke-3 bertambah 194.927 dengan totalnya melebihi 47 juta atau 47.012.401 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.397 orang.

Sebaran Kasus COVID-19

Petugas melakukan tes usap PCR kepada warga di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Kamis (3/2/2022). Merebaknya varian Omicron membuat sejumlah lokasi tes COVID-19 ramai didatangi warga. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Perkembangan per provinsi tanggal 8 Juni 2022, angka kesembuhan pasien berasal dari 17 provinsi. Angka tertinggi harian dari 5 provinsi di antaranya, DKI Jakarta 96 terdiri 93 transmisi lokal dan 3 PPLN dengan kumulatifnya 1.235.382 orang, diikuti Jawa Barat 43 dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 1.090.654 orang.

Kemudian Banten 39 terdiri 38 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 290.301 orang, Jawa Timur 26 dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 544.735 orang, serta DI Yogyakarta 13 dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 214.713 orang.

Pada kasus terkonfirmasi positif bertambah dari 23 provinsi. Angka tertinggi dari 5 provinsi, di antaranya, DKI Jakarta 288 kasus terdiri 254 transmisi lokal dan 34 PPLN dengan kumulatifnya 1.252.274 kasus, diikuti Jawa Barat 83 dari 78 transmisi lokal dan 5 PPLN dengan kumulatifnya 1.107.092 kasus, Banten 52 kasus terdiri 51 transmisi lokal dan 1 PPLN dengan kumulatifnya 293.525 kasus.

Lalu, Jawa Timur 34 kasus terdiri 32 transmisi lokal dan 2 PPLN dengan kumulatifnya 576.541 kasus, serta Bali 19 kasus terdiri 17 transmisi lokal dan 2 PPLN dengan kumulatifnya 157.750 kasus.

Kasus aktif tersebar pada 33 provinsi. Namun, 5 provinsi dengan angka tertinggi di antaranya, DKI Jakarta 1.598 kasus, Jawa Barat 609 kasus, Banten 292 kasus, Bali 173 kasus, dan DI Yogyakarta 171 kasus.

Adapun penambahan kasus kematian transmisi lokal dari 4 provinsi masing-masing 1 kasus transmisi lokal. Yaitu, Jawa Tengah dengan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 33.194 kasus, Jawa Timur dengan kumulatifnya kedua tertinggi sebanyak 31.645 kasus, Sumatera Barat dengan kumulatifnya 2.350 kasus, dan Sulawesi Tengah 1.726 kasus.

Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya