Gerak Harga Bitcoin Menjanjikan pada Pekan Pertama Juni 2022

Bitcoin juga terus menunjukkan dominasinya sebagai aset kripto kategori blue-chip pilihan investor.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 04 Juni 2022, 18:00 WIB
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan pasar kripto dalam seminggu terakhir masih labil yang membuat pergerakan harga naik dan turun. Kripto membuka awal pekan ini dengan menghijau, tapi tak lama trus anjlok dan menjelang akhir pekan kembali positif.

Berdasarkan data situs Coinmarketcap pada Jumat sore, 3 Juni 2022 secara umum pasar kripto berkinerja apik 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. 

Bitcoin misalnya (BTC) berhasil tumbuh 1,81 persen dalam sehari terakhir dan kini berada di USD 30.480 atau sekitar Rp 439,9 juta. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 0,75 persen ke USD 1.828 dalam periode waktu yang sama. 

Mengenai pergerakan pasar pada pekan pertama Juni 2022, Country Manager, Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan pertumbuhan 9 persen ke kisaran USD 31,516 (sekitar Rp 459 juta), harga bitcoin terpantau mulai menunjukkan pergerakan yang menjanjikan dalam seminggu terakhir.

"Bitcoin yang juga terus menunjukkan dominasinya sebagai aset kripto kategori blue-chip pilihan investor, terbukti berhasil merebut pangsa pasar kripto hampir 46 persen. Di sisi lain, harga ETH terpantau relatif stagnan dengan pergerakan harga di kisaran USD 1,961 (sekitar Rp 28 juta),” ujar Jay dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, (4/6/2022).

Di sisi lain, Jay menambahkan saat ini Indeks Fear and Greed masih berada di level Extreme Fear (Ketakutan Ekstrem). 

“Satu hal yang menarik pekan ini, selaras dengan dominasi Bitcoin di pasar spot/ harian, minat di pasar derivatif untuk kontrak berjangka Bitcoin juga terus bertumbuh hingga mencapai 63 persen," pungkas Jay. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harga Kripto Sabtu Pagi 4 Juni 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya tidak bertahan lama di zona hijau. Pada akhir pekan ini, harga bitcoin dan mayoritas kripto jajaran teratas lainnya berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu pagi, (4/6/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin (BTC) merosot 2,28 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam sepekan terakhir, harga bitcoin menguat 3,44 persen. Saat ini, harga BTC di posisi USD 29.730,72 atau sekitar Rp 429,25 juta (asumsi kurs Rp 14.438 per dolar Amerika Serikat).

Demikian juga ethereum (ETH). Harga ethereum melemah 2,76 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga ETH naik 1,91 persen. Kini, harga ethereum berada di posisi USD 1.775,81 atau sekitar Rp 25,62 juta.

Kripto selanjutnya harga BNB. Harga BNB turun 2,83 persen selama 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga BNB susut 1,25 persen. Saat ini, harga BNB di posisi USD 298,96.

Kemudian cardano (ADA) juga berada di zona merah. Dalam 24 jam terakhir, harga Cardano susut 4,75 persen. Dengan demikian, harga Cardano berada di posisi USD 0,5638. Selama sepekan terakhir, harga Cardano melonjak 22,52 persen.

 

Harga Kripto Lainnya

Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Demikian juga solana (SOL) lesu pada akhir pekan ini. Harga solana anjlok 6,19 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga solana susut 7,9 persen. Saat ini, harga solana di posisi USD 38,18.

Harga XRP juga berada di zona merah. Harga XRP tergelincir 3,81 persen selama 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga XRP menguat 1,52 persen. Kini harga XRP ditransaksikan di posisi USD 0,3909.

Selain itu, harga dogecoin (DOGE) melemah 2,6 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga dogecoin merosot 1,77 persen. Kini ditransaksikan di posisi USD 0,08055.

Stablecoin Tether (USDT) turun tipis 0,03 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga tether menguat 0,02 persen. Saat ini, harga tether ditransaksikan di posisi USD 0,9991. Harga USD Coin (USDC) menguat terbatas 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga USDC melemah terbatas 0,01 persen. Kini, harga USDC berada di posisi USD 1,00.

Sementara itu, harga binance USD (BUSD) berada di zona hijau. Harga BUSD naik 0,29 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BUSD menguat 0,22 persen. Saat ini, harga BUSD ditransaksikan di posisi USD 1,00.

Bitcoin Menguat, Yakin Investor Bakal Beli?

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, Bitcoin telah melonjak di atas USD 32.000 atau sekitar Rp 464,97 juta pada Selasa, 31 Mei 2022 level tertinggi sejak 10 Mei. Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 32.071 atau sekitar Rp 466,03 juta (asumsi kurs Rp 14.531 per dolar Amerika Serikat), naik 4,5 persen selama 24 jam terakhir.

Namun, bitcoin telah turun lebih dari 50 persen dari level tertinggi sepanjang masa yang terjadi pada November lalu, di tengah aksi jual aset berisiko yang luas.

Meskipun kini harga lebih rendah, Glassnode menilai pasar bitcoin belum menarik banyak investor baru untuk membeli atau ‘buy the dip’. Melansir Yahoo Finance, Rabu (1/6/2022), jumlah alamat dompet bitcoin dengan saldo non-zero tidak mengalami perubahan selama beberapa minggu terakhir.

Glassnode mengatakan, hal itu karena investor tetap khawatir tentang ketidakpastian makroekonomi. Ini konsisten dengan aksi jual pada musim panas 2021, dengan pertumbuhan dompet bitcoin tak beranjak selama sekitar empat bulan. Sementara itu, jumlah alamat aktif dan entitas yang memegang bitcoin telah stagnan selama beberapa bulan terakhir.

"Penjualan baru-baru ini, dan harga yang lebih rendah belum menginspirasi masuknya pengguna baru ke ruang angkasa, dan hanya HODLer yang tersisa,” tulis para analis Glassnode.

HODLers adalah istilah yang mengacu pada investor yang melakukan aksi beli dan tahan. Menurut para analis, HODLer atau entitas yang ada di jaringan menambah kepemilikan mereka secara signifikan pada situasi semacam ini.

 

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya