Puji Sirkuit Formula E Jakarta, Lucas di Grassi Incar Podium Pertama

Pembalap ROKiT Venturi Racing, Lucas di Grassi, memuji Sirkuit Formula E Jakarta. Menurutnya sirkuit itu memiliki kombinasi yang baik dari tikungan kecepatan rendah, sedang, dan tinggi, sehingga akan membantu menguji setiap aspek performa mobil balapnya.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 04 Juni 2022, 11:11 WIB
Lucas di Grassi, finis terdepan pada seri Formula E Zurich yang berlangsung di Sirkuit Bremgarten, Minggu (10/6/2018). (AFP/BERTRAND GUAY)

Liputan6.com, Jakarta Pembalap ROKiT Venturi Racing, Lucas di Grassi, memuji Sirkuit Formula E Jakarta jelang dihelatnya Jakarta E-Prix 2022. Sebagai informasi, Jakarta E-Prix merupakan seri kesembilan dari 16 balapan Formula E musim 2021/2022.

Stoffel Vandoorne dari Mercedes-EQ Formula E Team sementara ini masih memimpin klasemen dengan perolehan 111 angka. Ia unggul 12 poin dari pesaing terdekatnya Edoardo Mortara, yang juga berstatus sebagai pembalap ROKiT Venturi Racing.

Adapun Di Grassi berada di urutan kesembilan usai mengoleksi 49 angka. Ia tercatat telah naik podium tujuh kali dari total 16 kunjungan di Asia. Pembalap asal Brasil itu butuh hasil maksimal di Jakarta, jika ingin mengembalikan peluangnya untuk merebut gelar.

“Sirkuit ini (Sirkuit Formula E Jakarta) memiliki kombinasi yang baik dari tikungan kecepatan rendah, sedang, dan tinggi. (Ini) akan menguji setiap aspek dalam performa mobil,” ujar Di Grassi jelang Jakarta E-Prix 2022, seperti dilansir dari situs resmi Formula E.

“Hingga tahap ini, kami sudah melakukan beberapa persiapan yang baik di simulator, tetapi kami masih perlu memverifikasinya dalam praktik. Sejauh musim ini, kami telah menunjukkan kecepatan yang sangat baik, dan kami tahu bahwa kami bisa bertarung di posisi depan. Ini adalah target kami untuk akhir pekan,” sambung pria berusia 37 tahun tersebut.

Team Principal ROKiT Venturi Racing Jerome D’Ambrasio menuturkan bahwa pemilihan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan seri kesembilan Formula E bakal memberi keuntungan buat para pembalap. Pasalnya, sirkuit Jakarta merupakan lintasan baru yang tak diketahui semua tim. Free practice bakal menjadi satu-satunya ajang untuk mengenal Sirkuit Formula E Jakarta.

“Jakarta adalah tambahan yang bagus untuk kalender Formula E. Kami sangat bersemangat memulai (pertandingan) pada akhir pekan. Karena Jakarta adalah kota dan sirkuit baru, kami tak memiliki data historis, sehingga semua tim akan mengawali laga akhir pekan dengan pijakan yang sama,” ujar D’Ambrasio dalam situs Formula E.


Tak Sabar

Sejumlah pembalap beserta kru tim peserta lomba balap mobil listrik Formula E melakukan persiapan dan driver track walk di lintasan sirkuit JIEC, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/6/2022). Sesi driver track walk digunakan para pebalap dan kru untuk mengukur panjang lintasan serta adaptasi terhadap sirkuit. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Selaras dengan hal tersebut, Edoardo Mortara juga mengaku tak sabar menjajal lintasan di Sirkuit Formula E Jakarta. Pembalap yang tersalip oleh Vandoorne di klasemen sementara itu menilai sirkuit baru di Jakarta cukup menantang.

Lanjut Baca:

“Asia adalah wilayah yang ingin saya kunjungi. Saya sangat menantikan balapan di Jakarta untuk pertama kalinya, tutur pembalap berdarah Swiss-Prancis-Italia tersebut, seperti dikutip dari situs resmi Formula E. “Sirkuit (Formula E Jakarta) terlihat cukup menantang, tetapi saya adalah orang yang suka belajar. Jadi, saya tidak sabar untuk menjelajahi dan menemukan sudut serta karakteristiknya secara langsung.” “Karena lintasannya baru, latihan (jelang pertandingan) akan sangat penting, dan kami akan segera memastikan seberapa akurat persiapan simulator kami,” pungkas pembalap berusia 35 tahun, yang kini duduk di peringkat dua klasemen sementara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya