Liputan6.com, Jakarta Pelatih AC Milan, Stefano Pioli akhirnya bisa bernapas lega. Medali juara Serie A miiknya yang hilang sudah kembali ke tangannya.
Medali tersebut dicuri tidak lama setelah Pioli mengantar AC Milan menang 3-0 atas Sassuolo, Minggu lalu. Kemenangan ini sekaligus membawa Rossoneri menjadi juara sekaligus menghentikan ambisi rival sekotanya Inter Milan dalam mempertahankan gear.
Advertisement
Perayaan berlangsung di Mapei Stadium di Reggio Emilia. Usai peluit panjang, para suporter menyerbu masuk ke lapangan.
Sayang kegembiraan Stefano Pioli usai mengantar AC Milan terganggu setelah medali yang baru diterimanya dicuri orang. Kepada wartawan, Pioli mengaku kalau kenang-kenangan berharga itu diambil oleh saah seorang suporter yang ikut dalam perayaan di lapangan.
Pioli sebenarnya sudah memohon agar medali itu dikembalikan. Namun upaya tersebut tidak juga membuahkan hasil.
Pelaku justru memamerkan medali curian itu di media sosial. Polisis yang mengetahui hal ini kemudian melacak dan menemukannya.
Seperti dilansir dari Football Italia, kini medali itu telah kembali ke tangan Pioli. Kepolisian Reggio Emilia sepertinya tidak kesulitan membekuk pelaku dan menyita medali curian itu sebeum memulangkannya kepada Pioli.
Gelar Pertama Pioli
Musim ini, AC Milan keluar sebagai juara usai memenangkan persaingan dengan rival sekota Inter Milan. AC Milan finis di posisi pertama usai mengalahkan Sassuolo 3-0 pada laga terakhir, Minggu (22/5/2022). Berkat kemenangan ini, AC Milan pun mengoleksi 86 poin atau terpaut 2 poin dari Inter.
Bagi Pioli, ini menjadi gelar scudetto pertamanya sepanjang berkarier sebagai manajer tim. Pioli seperti diketahui didatangkan ke San Siro pada tahun 2019 lalu menggantikan posisi Marco Giampaolo.
Tanda-tanda kebangkitan AC Milan mulai terlihat setahun setelah Pioli mendarat di San Siro. Pada musim 2020/2021, Pioli mampu membawa Rossoneri finis di urutan kedua klasemen akhir Serie A.
Pada musim berikutnya, Pioli mengubah AC Milan menjadi lebih sangar. Namun perjalanan Milan merebut gelar scudetto terus mendapat gangguan dari rival sekota Inter Milan. Persaingan bahkan terus berlangsung hingga laga terakhir di mana AC Milan hanya terpaut 2 poin dari Nerazzurri.