Liputan6.com, Jakarta Pada tahun kedua pandemi COVID-19, pemerintah mengklaim masyarakat di Jawa dan Bali memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 nyaris 100 persen. Tingginya antibodi berasal dari infeksi langsung, vaksinasi, maupun gabungan antara sudah terinfeksi dan divaksinasi COVID-19.
Advertisement