Liputan6.com, Jakarta UMKM pembuat alat musik karimba dari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur kembali mengekspor hasil kerajinannya.
UMKM yang berada di Dusun Bolot Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi itu diketahui milik Supriyanto. Dia mengekspor Karimba Banyuwangi ke berbagai negara terutama Jamaica.
Advertisement
Selain itu, ekspor Karimba Banyuwangi negara-negara lainnya seperti Brazil, Korea, Perancis, dan lainnya.
Sebelum pandemi, Supriyanto mengatakan bisa mengirim 200 ribu karimba ke luar negeri. Meski kini secara jumlah menurun, yang terpenting sudah kembali rutin ekspor ke luar negeri.
Selain itu, menurut Supriyanto, produk buatannya juga kembali banyak dipesan toko-toko di Bali.
Supriyanto menjelaskan usahanya membuat karimba mulai dia rintis pada 2006, dengan bahan baku limbah batok kelapa, beberapa kayu dan jeruji sepeda. Setelah karimba buatannya disukai, Supriyanto juga merambah ke alat musik lainnya seperti boxdrum dan julidu.
Kini terdapat 8 pekerja yang merupakan pemuda sekitar di bengkel pembuatan alat musik milik Supriyanto.
Saksikan video pilihan berikut ini:
Semangat Banyuwangi Reborn
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bangga dan mengapresiasi semangat dan usaha pantang menyerah pada para pelaku UMKM.
"Terima kasih untuk tidak menyerah dengan keadaan," kata Ipuk.
Itulah yang membuat dalam program Bunga Desa, Bupati Ipuk mengusung spirit baru, Banyuwangi Rebound, sebuah gerakan multisektor untuk membawa Banyuwangi untuk bangkit dari dampak pandemi.
"Kami kembali gerakkan program Bunga Desa ini untuk menularkan spirit Banyuwangi Rebound sampai ke desa-desa. Kami ingin mengajak semua bergerak bersama," ungkap Ipuk.
Spirit Banyuwangi Rebound sendiri, lanjut Ipuk, terdiri dari tiga pilar. Mulai dari penanganan pandemi, pemulihan ekonomi, sampai merajut harmoni.
Tiga hal inilah yang mewarnai serangkaian agenda Bunga Desa.
"UMKM menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi. Kami terus mensupport dengan berbagai kebijakan agar pertumbuhan mereka tetap terjaga. Seperti halnya program UMKM naik kelas, gerakan ASN Belanja, bantuan alat usaha, dan berbagai program lainnya," terang Ipuk.