Liputan6.com, Jakarta Erik Ten Hag menjadi kandidat paling kuat untuk mengambil alih posisi manajer di Manchester United atau Man Utd. Meski belum resmi, pelatih Ajax Amsterdam ini sudah ditakut-takuti.
Pundit dan mantan pelatih Ajax, Ruud Gullit mengatakan posisi manajer di MU sebagai pekerjaan yang tidak asik. Soalnya setiap manajer akan terus diawasi oleh para mantan pemain Man Utd yang suka nyinyir.
Advertisement
Selain Erik Ten Hag yang sukses di Ajax sejak 2017, ada juga nama Mauricio Pochettino, pelatih PSG. Namun nama Ten Hag lebih favorit dibandingkan pelatih asal Argentina itu.
Ralf Rangnick ambil alih kursi manajer sementara di MU usai Ole Gunnar Solskjaer dipecat. Namun Rangnick kesulitan angkat penampilan MU yang belakangan kalah 0-1 dari Everton yang berjuang di zona degradasi.
Ten Hag dikabarkan tertarik untuk menerima tantangan melatih Manchester United. Namun Gullit, yang juga legenda AC Milan ini mewanti-wanti agar rekan senegaranya di Belanda itu waspada.
Tekanan Terus
Gullit mengatakan Ten Hag bakal terus mendapatkan tekanan dari mantan-mantan pemain Mu seperti Gary Neville, Rio Ferdinan dan Paul Scholes.
"Apakah melatih MU pilihan tepat? Itu masih harus ditunggu. MU ingin main dengan cara Ten Hag bermain, tapi ini bakal jadi pekerjaan yang mengerikan," kata Gullit seperti dikutip Ziggo Sport.
"Ada para mantan pemain di studio TV: Gary Neville, Rio Ferdinand, Paul Scholes...ada tekanan konstan kepada tim dan itu tidak mudah."
Diberi Waktu
Gullit mengingatkan agar Ten Hag meminta waktu dengan MU sebelum ambil posisi sebagai pelatih.
"Harus tahu target apa yang ingin dicapai, ini pekerjaan sulit. Dia juga harus diberi waktu, tapi saya tak tahu apakah dia bakal mendapatkan itu di MU," katanya.
"Mantan pemain terus memberi kritikan, Anda mendapatkan banyak hal di piring dan harus mampu mengatasi itu. Saya ingin pelatih asal Belanda sukses di sana."
Fungsi Rangnick
Gullit juga mempertanyakan tugas Ralf Rangnick di MU. Usai selesai jadi pelatih sementara, MU bakal mengangkatnya menjadi penasehata.
"Cukup aneh mengangkat pelatih sementara yang nantinya membantu manajer baru tentukan pemain. Dia akan menjadi konsultan, tidakkah itu aneh?" katanya.