Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexander Formin mengatakan bakal mengurangi aktivitas militer secara tajam di sekitar Ibukota Ukraina, Kiev dan Chernihiv di Ukraina Utara.
Hal itu dinyatakannya usai ada perundingan antara delegasi Rusia dan Ukraina di Istanbul, Turki pada Selasa (29/3/2022) waktu setempat.
Advertisement
"Untuk meningkatkan rasa saling percaya dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk negosiasi lebih lanjut dan mencapai tujuan akhir berupa kesepakatan dan penandatanganan persetujuan, dibuat keputusan untuk secara radikal, dalam jumlah besar, mengurangi aktivitas militer yang mengarah ke Kiev dan Chernihiv,” kata Formin kepada wartawan seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (30/3/2022).
Langkah tersebut dinilai kepara perunding Rusia, Vladimir Medinsky sebagai usaha mengurangi konflik. Selain itu, Rusia akan menyetujui pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara bersamaan.
Namun hal itu baru akan terjadi jika perjanjian damai jadi ditandatangani oleh kedua negara.
Sementara itu, Ukraina sendiri bersikukuh meminta Rusia meninggalkan aktivitas militer di semua wilayah Ukraina. Hal tersebut dimaksudkan agar 3,5 juta pengungsi bisa pulang ke rumah masing-masing.
“Posisi Ukraina tidak berubah. Kami mengakui perbatasan internasional Ukraina tahun 1991. Tak ada kompromi atau garis merah di sini,” kata David Arakhmaia selaku perwakilan dari Ukraina.
Dijamin Tiga Negara
Di sisi lain, Mykhailo Podolyah selaku Penasihat Presiden dan Anggota Delegasi Ukraina menyatakan Turki, Jerman, dan Polandia dapat menjadi beberapa penjamin keamanan Ukraina.
“Poin krusialnya adalah kemungkinan untuk menerima jaminan keamanan dari para penjamin untuk menghentikan konflik saat ini, perang ini,” ungkap Mykhailo Podolyah.
Disaksikan Amerika Serikat
Perundingan antara Rusia dan Ukraina di Turki disaksikan banyak negara salah satunya Amerika Serikat (AS). Presiden AS, Joe Biden mengatakan masih harus dilihat apakah Rusia menindaklanjuti komitmennya untuk mengurangi operasi militer di Ukraina.
"Kita akan lihat apakah mereka menindaklanjuti apa yang mereka katakan" seiring berlanjutnya negosiasi antara Moskow dan Kiev, kata Biden kepada wartawan, usai melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.