Gubernur Jawa Tengah Beri Kunci Reformasi Birokrasi kepada Wali Kota Metro

Wahdi banyak menanyakan tentang rahasia keberhasilan Ganjar mewujudkan reformasi birokrasi di Jawa Tengah. Wahdi ingin menerapkan jurus jitu Ganjar di Metro.

oleh Tito Isna UtamaDiterbitkan 29 Maret 2022, 20:00 WIB
Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyambut kedatangan Wali Kota Metro berserta rombongan di kantornya, (Foto : Humas Pemprov Jateng)

Liputan6.com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kedatangan Wali Kota Metro Provinsi Lampung, Wahdi di kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (29/3/2022). Selain silaturahmi, kedatangan Wahdi menemui Ganjar untuk belajar dan sharing terkait reformasi birokrasi.

Kedatangan Wahdi tak sendiri, melainkan membawa rombongan cukup banyak. Sejumlah kepala dinas, direktur rumah sakit dan staf ahli turut diajak. Pertemuan yang digelar di ruang kerja Ganjar itu berlangsung hangat penuh canda tawa.

Dalam pertemuan itu, Wahdi banyak menanyakan tentang rahasia keberhasilan Ganjar mewujudkan reformasi birokrasi di Jawa Tengah. Wahdi ingin menerapkan jurus jitu Ganjar di Metro.

Kepada Wahdi, Ganjar mengatakan perlu keseriusan untuk menerapkan reformasi birokrasi. Kuncinya satu, hilangkan praktik korupsi dalam pemerintahan dan layani masyarakat dengan baik.

"Apalagi Pak Wali dulu kan ASN, jadi pasti tahu kondisinya. Apa yang harus diubah, didorong dan dipertahankan," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, kunci sukses reformasi birokrasi adalah tidak membebani ASN untuk setoran ke pimpinan. Jalin team work yang baik dan hubungan dengan bawahan.

"Haramkan setoran, maka itu selesai. ASN kerjanya enak, mereka tenang dan merasa tidak tertekan. Kalau itu sudah, maka yang ada di pikiran mereka hanya melayani masyarakat," jelasnya.

 

 

Beri Kemerdekaan Jajarannya untuk Bekerja

Setelah reformasi birokrasi selesai dilakukan maka layanan pada masyarakat pasti terwujud, lanjut Ganjar. Di Jawa Tengah, prinsip yang dipegang adalah layani masyarakat dengan mudah, murah dan cepat sekaligus tuntas.

"Sekarang itu ASN di Jateng berlomba-lomba kalau untuk pelayanan ini. Inovasi dan kreativitas terus bermunculan sebagai cara melayani masyarakat. Dulu itu kalau ada keluhan saya kasih waktu 2x24 jam harus direspons. Sekarang itu hanya 1x24 jam bahkan dalam hitungan jam sudah direspons," katanya.

Ganjar mengatakan memberikan kemerdekaan kepada jajarannya untuk bekerja. Mereka merdeka untuk melayani dan mengeluarkan kreativitas dan inovasi masing-masing.

Wahdi mendengarkan penjelasan Ganjar dengan semangat. Ia begitu antusias, karena bisa bertemu dengan Ganjar dan sharing terkait pemerintahan yang baik.

"Saya bersyukur bisa berkesempatan bertemu Pak Ganjar. Banyak sekali yang bisa saya pelajari, khususnya terkait semangat beliau dalam memimpin," kata Wahdi.

Wahdi menyimak betul apa yang disampaikan Ganjar. Bagaimana menjadi pemimpin yang mandiri, memahami staf dan menjaga hubungan baik antara bawahan dengan pimpinan.

"Juga bagaimana dengan reformasi birokrasi yang dilakukan, memberikan kemerdekaan para staf untuk berinovasi dan punya kreativitas. Tidak boleh ada tekanan-tekanan, sehingga nilai-nilai yang muncul murni karena kebanggaan. Banyak hal yang saya pelajari dan bisa diterapkan di Metro untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," pungkasnya.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya