Liputan6.com, Jakarta Agnez Mo punya cara unik menyampaikan kabar bahagia di akun Instagram terverifikasinya. Kamis (10/3/2022), ia mengunggah sejumlah potret jadul plus dua tangkapan layar data tangga lagu.
Single terbarunya, “Patience” menembus top 30 tangga lagu Urban Amerika Serikat dengan peningkatan signifikan hingga 28 persen. Rangkaian foto ini memperlihatkan proses Agnes Monica mencetak sukses.
Advertisement
Laporan khas Showbiz Liputan6.com akhir pekan ini menampilkan 6 potret jadul Agnes Monica dari era memandu program Tralala-Trilili hingga reuni bareng Eza Yayang. Seseru apa?
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
1. Hey Little Girl…
Mengunggah foto masa kecilnya memegang sertifikat dan piala, pelantun “Tanpa Kekasihku” dan “Sebuah Rasa” menulis pesan untuk diri sendiri. Agnez Mo ingat betul memulai karier di dunia seni sejak usia 6 tahun.
“Hey little girl, who would’ve thought, you started really young when u were 6 years old, and now you have the most added Adult R&B single and your song just entered top 30 US Urban radio format with 28% increase since last week?” cuitnya.
2. Era Lupus Milenia
Tak hanya dikenal sebagai penyanyi, Agnez Mo membintangi sejumlah sinetron dengan rating menjulang. Salah satunya, Lupus Milenia. Dalam sinetron ini, pemilik album Whaddup A? yang baru berusia 12 tahun memerankan Lulu.
Menyertai foto sebagai Lulu, Agnez Mo menuilis, “Wanna thank y’all and radio stations for liking the song. And always remember, no matter where life brings you, don’t forget to be kind, happy, and be grateful.”
3. Tralala-Trilili
Gelar artis multitalenta layak disematkan kepada Agnez Mo. Selain nyanyi dan akting, artis kelahiran Jakarta, 1 Juli 1985 ini pernah memandu program Tralala-Trilili yang menyajikan beragam video klip penyanyi cilik diselingi info pengetahuan.
Rekannya kala itu ada dua. Pertama, Ferry Iskandar yang dulu memperkuat boyband M.E dengan hit “Kasih Putih” dan “Inikah Cinta.” Setelahnya, Ferry Iskandar digantikan Indra Bekti. Acara ini dikenang betul oleh generasi 90-an.