Lawan Mantan Juara Dunia ONE Championship, Petarung Indonesia Incar Menang KO

Petarung Indonesia Adrian Mattheis ingin menang melawan idolanya saat berlaga di One Championship akhir pekan ini.

oleh ThomasDiterbitkan 09 Maret 2022, 21:30 WIB
Adrian Mattheis (One Championship)

Liputan6.com, Jakarta- Tak hanya Eko Roni Saputra, ada satu lagi petarung Indonesia yang akan bertarung di ajang teranyar ONE Championship bertajuk ONE: Lights Out, yakni Adrian Mattheis.

Adrian rencananya akan berhadapan dengan Alex Silva, salah satu atlet terbaik yang ada di divisi strawweight saat ini. ONE: Lights Out akan berlangsung di Singapore Indoor Stadium pada Jumat (11/3/2022).

Alex bukan lawan mudah bagi Adrian Mattheis. Petarung asal Brasil tersebut adalah mantan Juara Dunia ONE Strawweight yang kini bertengger di peringkat kelima. Ia merupakan pemilik sabuk hitam BJJ dan pernah mengalahkan Stefer Rahardian pada 2019 silam. Saat ini, Alex Silva memegang rekor sebagai pemilik kemenangan submission terbanyak di kelasnya (8).

Hal ini pun jadi perhatian khusus bagi Adrian yang lebih dikenal sebagai pencetak KO. Dari sembilan kemenangan yang telah ia raih, empat datang lewat KO/TKO dan empat lewat submission. Satu kemenangan lain diraih lewat keputusan juri.

Jelang laga antara striker melawan grappler ini, Adrian mengaku antusias untuk menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlet MMA terbaik yang ada di bumi pertiwi. Silva memang diakui memiliki kuncian licin, tetapi Adrian percaya bogem mentah miliknya bisa mengakhiri laga.

“Karena saya akan berhadapan dengan seorang grappler, saya fokus untuk tidak bermain di ranah lawan. Saya akan membawa pertandingan jadi adu pukul. Ketika dia mencoba take down, saya bisa menanganinya dan tetap berlaga di atas. Tapi jika saya di bawa ke bawah, saya tetap bisa mengimbangi dia toh,” tutur petarung yang besar di Bumi Cenderawasih ini.

 


Kekuatan Alex

Atlet MMA Indonesia Adrian Mattheis. (foto: istimewa)

Dengan modal sebagai mantan juara dunia BJJ, kemampuan Alex Silva dalam mengunci lawan tentu tak bisa diragukan. Namun, Adrian percaya kekuatan pukulan serta tendangan miliknya bisa jadi faktor pembeda saat menghadapi atlet 39 tahun tersebut.

“Sudah pasti kita akan baku tumbuk, ya! Pokoknya saya mencoba untuk bertahan di atas dan terus bertukar pukulan. Saya niatnya untuk bertahan di kaki saja dan menjaga jarak juga,” jelas Adrian.

Lanjut Baca:

"Kita berdua akan mengadu strength (kekuatan)! Di sini saya sudah memikirkannya dan meneliti pertandingannya. Kalau misalkan ronde pertama saya tidak berhasil di take down, maka ronde dua dan tiga saya akan berusaha untuk menghabisi dia. Karena jika dilihat faktor umur, walaupun dia berpengalaman, saya masih unggul karena lebih muda,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya