Liputan6.com, London: Perancang sepatu Manolo Blahnik menggelar pameran di sebuah museum desain di Kota London, Inggris, Senin (3/2). Pameran yang akan berlangsung hingga pertengah Mei nanti ini menampilkan prototipe sepatu karya-karya Blahnik yang jarang diproduksi dan koleksi pribadinya. Pameran kali ini menandai 30 tahun karir perancang langganan para selebritis dunia ini. Dari karya-karyanya, terlihat rancangan Blahnik sangat terpengaruh guru seninya Yves Saint Laurent dan Cristobal Balenciaga.
Alas kaki ciptaan Blahnik memang berbeda dengan sepatu biasa. Ia piawai memadukan antara gaya, bentuk, bahan baku, dan warna yang mengesankan budaya tertentu. Bahan baku yang dipilih biasanya kulit, kain satin, dan beludru yang dipadu dengan aksesoris seperti berlian, emerald, atau manik-manik. Sepatu-sepatu Blahnik digemari para selebritis dunia, seperti aktris Nicole Kidman, penyanyi Madonna, dan supermodel Inggris, Kate Moss.
Buat masyarakat umum yang tak mampu membeli sepatu Blahnik, lewat pameran ini paling tidak bisa melihat dari dekat karya eksotisnya. Meski karya-karyanya dikagumi, sebenarnya ia tak memiliki pendidikan formal di bidang desain. Kelahiran Canary Island 60 tahun silam ini justru kuliah di fakultas hukum di sebuah universitas di Jenewa, Swiss. Namun, ia tak berhasil menyelesaikan pendidikannya itu. Setelah drop out pada 1965, Blahnik tinggal di Paris, Prancis dan London.(ZAQ/Idr)
Alas kaki ciptaan Blahnik memang berbeda dengan sepatu biasa. Ia piawai memadukan antara gaya, bentuk, bahan baku, dan warna yang mengesankan budaya tertentu. Bahan baku yang dipilih biasanya kulit, kain satin, dan beludru yang dipadu dengan aksesoris seperti berlian, emerald, atau manik-manik. Sepatu-sepatu Blahnik digemari para selebritis dunia, seperti aktris Nicole Kidman, penyanyi Madonna, dan supermodel Inggris, Kate Moss.
Buat masyarakat umum yang tak mampu membeli sepatu Blahnik, lewat pameran ini paling tidak bisa melihat dari dekat karya eksotisnya. Meski karya-karyanya dikagumi, sebenarnya ia tak memiliki pendidikan formal di bidang desain. Kelahiran Canary Island 60 tahun silam ini justru kuliah di fakultas hukum di sebuah universitas di Jenewa, Swiss. Namun, ia tak berhasil menyelesaikan pendidikannya itu. Setelah drop out pada 1965, Blahnik tinggal di Paris, Prancis dan London.(ZAQ/Idr)