Kisah Hero Tito Diboyong Pino Bahari ke Makau: The Lion Tidak Gampang Menyerah

Selain menjadi juara di tingkat nasional, Hero Tito juga pernah berlaga di luar negeri.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 04 Maret 2022, 13:59 WIB
Hero Tito. (Sumber: Instagram/@herotheliontito)

Liputan6.com, Jakarta Mantan petinju nasional, Pino Bahari, mengenang mendiang Hero Tito sebagai petinju dengan mental bertanding yang baik. Meski belum pernah menanganinya secara langsung, Pino yang saat ini aktif menggelar tinju ekhsibisi di Bali pernah membawa The Lions--julukan Hero, bertanding ke luar negeri. 

"Menurut saya, dia adalah petinju dengan mental bertanding yang baik," kata Pino kepada Liputan6.com. "Saya memang belum pernah menanganinya secara langsung, tapi saya pernah membawanya bertanding ke luar negeri, ke Makau kalau tidak salah,' ujar Pino menambahkan. 

Menurut catatan boxrec, pertarungan berlangsung di Cotai Arena, Vanentian Resort, Makau, 24 November 2013. Saat itu, Hero bertarung melawan Ik Yang dari China dan kalah angka majority.

"Anaknya mentalnya berani. Tidak gampang menyerah meski main di luar. Paling tidak berani."

Sejak saat itu, Pino lama tidak bertemu Hero Tito sampai akhirnya menerima kabar duka yang menimpa petinju dengan nama lengkap Heru Purwanto tersebut. Hero meninggal dunia Kamis (2/3/3033) setelah sempat dirawat lima hari akibat cedera otak dalam pertarungan melawan James Mokoginta di Hollywings Club, Jakarta, lima hari sebelumnya. Dalam perebutan gelar lowong versi Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) itu, Hero Tito kalah KO di ronde ketujuh usai terkena uppercut lawan. 

Hero sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan menjalani operasi. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Setelah koma selama lima hari, Hero akhirnya meninggal dunia. 

"Ini tentu kabar duka yang sangat tidak kita harapkan," kata Pino Bahari, pemilik Yayasan Pino Bahari.

 

 

 


Pemeriksaan Ketat

Hero Tito. (Sumber: Instagram/@herotheliontito)

Sebagai mantan petinju, Pino sangat berharap kejadian yang menimpa Hero tidak sampai terulang lagi. Karena itu dia meminta pemerintah atau siapapun untuk ikut membantu menjaga keselamatan atlet.

Menurutnya, cedera otak yang dialami petinju terkadang tidak muncul seketika saat bertanding. Bisa saja, pendarahan sudah berlangsung sebelum naik ring tanpa disadari dan tidak terlihat oleh mata.

"Kalau di luar, apalagi Eropa dan Amerika, banyak persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum naik ring. Mulai dari tes darah, hingga CT scan untuk melihat kondisi otak para petinju," ujar Pino menjelaskan.

Lanjut Baca:

"Namun di sini semua kan terbentur biaya. Kalau ada yang mau bantu untuk ini, ada dibentuk semacam badan khusus untuk menyiapkan ini, saya pikir akan jauh lebih safety," bebernya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya