Liputan6.com, Batam: Sejumlah lokasi di Batam, Riau, termasuk kawasan industri dan pusat bisnis seperti Nagoya, Mukakuning, dan beberapa kawasan lainnya, selalu tergenang air setiap hujan turun. Hal ini dikarenakan kapasitas drainase atau saluran pembuangan air yang relatif kecil, tidak mampu menampung volume air dalam jumlah besar.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Kantor Otorita Batam Fatullah, baru-baru ini menuturkan, ancaman banjir sewaktu-waktu bisa datang karena lebih dari separuh hutan lindung dan hutan konservasi telah beralih fungsi menjadi kawasan bisnis dan perumahan. Bukit-bukit yang dulunya ditumbuhi pepohonan kini gundul dan sebagian besar telah ditebang.
Pihak otorita Batam mengaku telah menganggarkan dana untuk pembangunan kanal terutama untuk wilayah rawan banjir. Langkah ini untuk menghindari banjir yang selalu mengganggu kegiatan usaha di kawasan industri tersebut.(Erwan Buntario dan Aloysius Aran)
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Kantor Otorita Batam Fatullah, baru-baru ini menuturkan, ancaman banjir sewaktu-waktu bisa datang karena lebih dari separuh hutan lindung dan hutan konservasi telah beralih fungsi menjadi kawasan bisnis dan perumahan. Bukit-bukit yang dulunya ditumbuhi pepohonan kini gundul dan sebagian besar telah ditebang.
Pihak otorita Batam mengaku telah menganggarkan dana untuk pembangunan kanal terutama untuk wilayah rawan banjir. Langkah ini untuk menghindari banjir yang selalu mengganggu kegiatan usaha di kawasan industri tersebut.(Erwan Buntario dan Aloysius Aran)