BRI Liga 1 dan Mimpi Indonesia Juara Sepak Bola

Bergulirnya BRI Liga 1 membuat talenta-talenta lokal mengasah kemampuan. Meningkatnya kualitas tersebut diharapkan bisa membantu timnas Indonesia merebut gelar internasional.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 28 Februari 2022, 21:59 WIB
Pemain PSIS, Pratama Arhan mengontrol bola saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 antara Arema FC melawan PSIS Semarang di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (25/09/2021) WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi tidak akan bisa menunjukkan kebolehan jika tidak memiliki panggung. Begitu pula pesepak bola. Mereka membutuhkan kompetisi untuk unjuk gigi.

Para aktor lapangan hijau di Tanah Air kehilangan panggung ketika pandemi COVID-19 menyerang, Maret 2020. Kompetisi yang baru berputar tiga putaran sempat ditunda, sebelum benar-benar dibatalkan.

Krisis kesehatan memunculkan berbagai tanda tanya tentang masa depan sepak bola negeri ini. Apalagi sejumlah upaya menghidupkan kembali kompetisi beberapa kali gagal. 

Namun, sinergi para stakeholder akhirnya berbuah hasil. Setelah vakum sekitar satu setengah tahun, kompetisi bergulir Agustus 2021. BRI ikut turun tangan dan menjadi sponsor Liga 1.

Pesepak bola pun mendapat kesempatan memamerkan kebolehan. Sejumlah keuntungan otomasti menghampiri. Pemain bisa mengasah kemampuan diri dalam usaha melanjutkan dan memperbaiki karier, hingga merasakan stabilitas ekonomi dengan masuknya gaji.

Salah satu yang memanfaatkan momen tersebut adalah Pratama Arhan. Tampil sebagai starter di empat laga awal, pemuda kelahiran Blora ini membayar kepercayaan dan membawa PSIS tidak terkalahkan.

Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong ikut melirik. Sosok berkebangsaan Korea Selatan tersebut merekrut Arhan untuk memperkuat Tim Garuda.

Setelah tampil di berbagai ajang, Arhan menunjukkan potensi luar biasa di Piala AFF 2020. Perannya sangat vital dalam permainan timnas. Terbukti pada leg pertama final melawan Thailand. Dengan Arhan absen akibat akumulasi kartu, timnas menyerah 0-4 sehingga kehilangan kans merebut gelar pertama sepanjang sejarah.

Terlepas kegagalan tersebut, sinar Arhan tetap benderang. Dia terpilih sebagai pemain muda terbaik turnamen. Kontribusinya memang luar biasa. Selain membantu pertahanan, sosok berusia 20 tahun itu juga membuat serangan timnas lebih aktraktif. Torehan dua gol dan dua assist merupakan buktinya. Arhan juga punya senjata andalan lain berupa lemparan ke dalam mematikan.

 


Keluar Negeri

Pratama Arhan jadi pemain muda terbaik Piala AFF 2020. (Dok. PSSI)

Kinerja di pentas internasional membawa Arhan ke jenjang selanjutnya. Klub Jepang Tokyo Verdy memboyongnya jelang musim 2022 dimulai. Dia menjadi pemain Indonesia kesekian yang mengadu nasib di luar negeri pada saat ini.

Khusus Jepang, Arhan mengikuti jejak Ricky Yacobi, Irfan Bachdim, dan Stefano Lilipaly dengan berkarier di Negeri Matahari Terbit.

Lanjut Baca:

"Saya sangat senang bergabung dengan Tokoy Verdy, salah satu klub tersukses di Liga Jepang. Saya mohon dukungannya kepada semuanya untuk perjuangan saya di sini," kata Pratama Arhan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya