Perang Rusia Vs Ukraina, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Perang antara Rusia dan Ukraina akan berdampak pada Indonesia.

oleh Nila Chrisna YulikaDiperbarui 25 Februari 2022, 13:52 WIB
Orang-orang memprotes Rusia setelah pasukan militer melancarkan serangan ke Ukraina, di Berlin, Jerman, Kamis (24/2/2022). Demonstran turun ke jalan di London, Tokyo, Paris dan banyak kota lain untuk memprotes invasi Rusia ke Ukraina. (AP Photo/Markus Schreiber)

Liputan6.com, Jakarta - Perang antara Rusia dan Ukraina akan berdampak pada Indonesia. Pengamat Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan, harga komoditas seperti migas melambung. Ada kemungkinan juga supply chain dan ekspor Indonesia ke Rusia dan negara-negara Uni Eropa juga akan terdampak. Sebab, di sana harga-harga barang sudah meningkat cepat.

"Artinya mereka butuh penghematan dan daya beli mereka tergerus," kata Dinna kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat, (25/2/2022).

Indonesia, kata Dinna, harus menekan lewat dialog dengan AS dan Rusia juga para sekutu AS untuk tidak memperkeruh suasana dengan aneka sanksi ekonomi yang justru akan makin memperburuk kondisi ekonomi di Eropa sehingga berpengaruh pada mitra-mitra dagang Eropa.

"Indonesia saya lihat berusaha menjaga jarak dengan konflik tersebut, tidak mengeluarkan statement yang terlalu dini. Mudah-mudahan sikap menjaga jarak ini tidak terlalu lama karena dampak ekonominya pasti sangat terasa juga ke sini," ujar dia.

 

Minta Pemerintah Ikut Upayakan Perdamaian Rusia Vs Ukraina

Seorang prajurit Ukraina memeriksa senapannya pada posisi di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia dekat Gorlivka, Donetsk, 14 April 2021. (STR/AFP)

Terkait konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan posisi Indonesia sebagai negara bebas aktif. Namun ia menyerukan agar perang dihentikan untuk menghindari kekerasan terhadap umat manusia.

“DPR meminta Pemerintah Indonesia dengan bebas-aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia, lewat berbagai forum internasional, sebagaimana diamanatkan konstitusi,” ucap Puan.

“Hentikan perang. Perang hanya menyisakan arang juga abu bagi yang melakukannya, dan manusia yang menjadi korbannya,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya