Liputan6.com, Jakarta Petinju asal Inggris, Amir Khan berniat pensiun dari tinju. Sinyal ini dilontarkan Khan usai mengalami kekalahan TKO pada ronde keenam dari sesama petinju Inggris, Kell Brook, Minggu (20/2/2022).
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri drama perseteruan kedua petinju selama ini. Dendam yang tertanam selama bertahun-tahun akhirnya dibayar lunas lewat duel di Manchester Arena.
Advertisement
"Saya sudah melakukan lebih dari yang saya harapkan," kata Khan usai laga dilansir dari gulfnews.
"Mungkin peak saya terlalu cepat. Saya menjadi atlet Olimpiade pada usia 17 tahun dan menjadi juara dunia pada usia 22 tahun. Sekarang saya 35 tahun. Saya sudah di pertandingan ini cukup lama. Saya sudah tua, dan saya ingin menghabiskan waktu dengan anak dan keluarga saya," beber Khan.
Amir Khan yang pernah merajai tinju kelas welter ringan versi IBF sejak 2009 hingga 2012 tidak mampu berbuat banyak saat bertemu Kell Brook di Manchester Arena. Sejak ronde pertama, petinju berdarah Pakistan itu kesulitan menekan Brook yang memiliki usia yang sama dengannya.
Kell Brook Mendominasi
Sebelum akhirnya dihentikan wasit pada ronde keenam, Khan beberapa kali terhuyung akibat pukulan Brook. Dan saat ditanya apakah ini bakal menjadi pertandingan terakhirnya? Khan tidak membantah.
"Saya akan duduk dengan keluarga dan itu bisa saja terjadi. Selama ini saya selalu berkata, saya tidak ingin tinju membuat saya pensiun, tapi saya ingin pensiun dari tinju," ujar khan menambahkan.
Sebelum pertarungan melawan Brook, karier Khan sebagai petinju profesional sebenarnya sudah mulai melandai. Pria kelahiran Bolton, Manchester itu juga kalah TKO ronde keenam dari Terence Crawford pada perebutan gelar juara dunia kelas welter versi badan tinju WBO pada 20 April 2019 lalu.
Khan sempat menang melawan Billy Dib, 2019 lalu. Namun sejak saat itu, Khan tidak bertanding lagi.
Brook tidak jauh berbeda. Karier The Special One juga tengah terpuruk. Brook juga mengalami kekalahan TKO ronde ke-4 melawan juara dunia kelas welter WBO, Crawford, 14 November 2020.