Liputan6.com, Cilacap: Sebanyak 22 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terendam banjir. Lebih dari 5.600 rumah terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga dua meter. Demikian laporan reporter SCTV dari Cilacap, Sabtu (1/2).
Dari delapan wilayah, Kecamatan Wanareja adalah daerah yang mengalami banjir paling parah menyusul sejak Januari silam, curah hujan di Pegunungan Cakrabuana, Ciamis, Jawa Barat, sangat tinggi. Pegunungan ini adalah hulu Sungai Citanduy dan alirannya bermuara di Cilacap.
Hingga berita ini ditulis, luapan Sungai Citanduy yang menuju Sungai Cikawung di Wanareja masih menggenangi rumah warga. Kondisi ini mengakibatkan Desa Sidamulya dan Desa Bantar tergenang air setinggi dua meter. Di Wanareja tercatat, 850 rumah warga yang dihuni 7.214 jiwa terendam air. Sedangkan para penghuninya masih mengungsi di sejumlah lokasi yang dianggap aman. Bahkan sebagian warga mendirikan tenda-tenda darurat di atas tanggul sungai yang justru dianggap aman dari banjir.
Banjir juga hampir menggenangi sebagian Pulau Batam menyusul hujan deras sejak Kamis malam silam. Wilayah yang tergenang air di antaranya kawasan industri dan bisnis Sungai Jodoh, Nagoya, Muka Kuning, dan Batu Aji. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Kawasan terparah adalah Simpang Jam, Tanjung Piayu, Batu Aji, Simpang Kabiil dan kawasan industri Citra Buana II. Di kawasan ini ketinggian air mencapai satu hingga dua meter.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Dari delapan wilayah, Kecamatan Wanareja adalah daerah yang mengalami banjir paling parah menyusul sejak Januari silam, curah hujan di Pegunungan Cakrabuana, Ciamis, Jawa Barat, sangat tinggi. Pegunungan ini adalah hulu Sungai Citanduy dan alirannya bermuara di Cilacap.
Hingga berita ini ditulis, luapan Sungai Citanduy yang menuju Sungai Cikawung di Wanareja masih menggenangi rumah warga. Kondisi ini mengakibatkan Desa Sidamulya dan Desa Bantar tergenang air setinggi dua meter. Di Wanareja tercatat, 850 rumah warga yang dihuni 7.214 jiwa terendam air. Sedangkan para penghuninya masih mengungsi di sejumlah lokasi yang dianggap aman. Bahkan sebagian warga mendirikan tenda-tenda darurat di atas tanggul sungai yang justru dianggap aman dari banjir.
Banjir juga hampir menggenangi sebagian Pulau Batam menyusul hujan deras sejak Kamis malam silam. Wilayah yang tergenang air di antaranya kawasan industri dan bisnis Sungai Jodoh, Nagoya, Muka Kuning, dan Batu Aji. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Kawasan terparah adalah Simpang Jam, Tanjung Piayu, Batu Aji, Simpang Kabiil dan kawasan industri Citra Buana II. Di kawasan ini ketinggian air mencapai satu hingga dua meter.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)