Liputan6.com, Balikpapan - Penumpukan batu bara milik sebuah perusahaan menyebabkan kawasan Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, terendam banjir. Setidaknya ada 30 rumah warga yang terdampak banjir saat hujan turun akibat penumpukan batu bara tersebut.
Drainase untuk menyalurkan air ke sungai tertutup sedimentasi dan bongkahan batu bara, akibatnya air justru mengalir ke perumahan warga. Akibat banjir itu, warga mengaku kesulitan saat beraktivitas sehari-hari.
Advertisement
Jumran, seorang warga Teluk Waru RT 9 Kariangau, Balikpapan Barat, menyebut bahwa banjir tersebut sudah dirasakan sejak setahun lalu.
"Kami warga selalu kebanjiran sejak setahun lalu. Diperparah awal tahun 2022 ini pihak perusahaan mulai menimbun batu bara tanpa penutup di dekat kawasan pemukiman warga, sekarang sudah tidak ada drainase," katanya, akhir pekan kemarin.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Pompa Air
Pihak perusahaan hanya memberikan pompa air, yang digunakan untuk menyedot air yang menggenangi rumah warga. “Jadi seperti dibuat kolam tempat kami (rumah), cuma dikasih pompa untuk menguras debit air jika hujan datang," kata Jumran.
Tumpukan batu bara tersebut, kata Jumran, milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Tumpukan batu bara tersebut diletakan berdekatan dengan pemukiman penduduk.
"Setelah ada projek pembangunan PLTU ini diperparah pertengahan bulan Januari 2021 ini karena ada penumpukan batu bara baru yang menyebabkan tanah yang ditempati itu menjadi longsor karena tidak kuat menahan beban batu bara, yang imbas longsorannya ke jalur air untuk mesin pompa karena drainase untuk air mengalir tidak ada,” bebernya.
Jumran menjelaskan, sebelumnya drainase tersebut lebar layaknya sungai namun ketika ada proyek, sungai tersebut menjadi sempit.
"Air dari mata air seperti hulu sungai ini sebelumnya pak cuman sebesar kali aja lebarnya awalnya sebelum ada proyek,” katanya.
Jumran dan warga lainnya meminta kepada perusahaan agar memperbaiki drainase sehingga air dapat mengalir ke sungai dan tidak menggenang ke pemukiman warga.
"Saat ini mintanya ya agar longsoran segera di perbaiki dan drainase segera di buatkan karena ini sudah mulai dari pertengahan bulan Januari pak sudah mulai longsor terus," sebutnya.
Tidak hanya itu, sumber air bersih warga juga tercemar sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. "Kami butuh air bersih layak konsumsi. Jalan warga tidak licin karena ketika hujan pasti jalanan licin akibat lumpur," kata Jumran.
Sumber Air Jadi Tercemar
Terkait banjir dan tercemarnya sumber air yang diduga akibat tumpukan batu bara, Camat Balikpapan Barat Muhammad Arif mengatakan, pihak perusahaan bersama masyarakat telah melakukan upaya mediasi. Perusahaan menambah pompa air sebagai upaya agar mempercepat pengurasan genangan air.
"Kemarin sudah dimediasi dengan masyarakat jadi Forkopimcam sudah ada kesepakatan dengan masyarakat hasilnya perusahaan mengupayakan supaya tidak ada banjir genangan lagi jadi perusahaan menambah pompa," kata Arif.
Arif juga mengatakan, kawasan rumah penduduk berada di lokasi rendah sehingga ketika hujan turun pasti terjadi genangan hingga masuk ke dalam rumah warga.
"Masalah aliran air drainase yang tertutup, kemarin sudah ada kesepakatan karena agak rendah di rumah masyarakat jadi itu disedot dengan pompa, ketika terjadi genangan akan disedot dengan pompa perusahaan juga akan memantau secara maksimal fungsi pompa," bebernya.
Permintaan masyarakat kata Arif agar tidak ada lagi genangan di kawasannya. Selain itu dia juga berjanji akan melakukan evaluasi.
"Masyarakat intinya lingkungan mereka tidak kebanjiran bagaimana upaya yang harus dilakukan oleh perusahaan. Nanti akan dievaluasi, ini kan antara perusahaan dan masyarakat kami selaku fasilitator ada hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat," pintanya.