One Championship: Petarung Indonesia Ingin Akhiri Dominasi Filipina

Petarung Indonesia Elipitua siap mengakhiri dominasi wakil Filipina di One Championship.

oleh ThomasDiterbitkan 11 Januari 2022, 06:30 WIB
Atlet ONE Championship Elipitua Siregar (Dok ONE)

Liputan6.com, Jakarta- Elipitua Siregar siap mengakhiri rentetan kekalahan wakil Indonesia atas petarung Filipina di ONE Championship saat menghadapi Robin Catalan. Keduanya dijadwalkan bertarung dalam ajang ONE: Heavy Hitters pada Jumat (14/1/2022).

ONE: Heavy Hitters akan berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Jelang terbang ke Singapura, Elipitua telah menyiapkan strategi matang untuk menghadapi sang rival yang telah dua kali membenamkan jagoan Indonesia di pentas MMA global.

Pada Desember lalu, Paul “The Great King” Lumihi juga menelan kekalahan pada ronde pertama dari Jhanlo Sangiao, rekan senegara Robin Catalan.

Demi memutus tren negatif petarung Indonesia saat melawan Filipina, Elipitua Siregar telah mempertajam kemampuan baik dalam arena tarung atas maupun bawah.

“Sebenarnya persiapan merata, namun saya kira lebih berkembang dalam BJJ (Brazilian Jiu-jitsu). Karena saat kalah dalam pertandingan keempat melalui kuncian kimura, saya kurang disiplin dan sering membolos saat berlatih BJJ. Dari sana saya belajar, saya introspeksi diri, lalu lebih rajin lagi berlatih BJJ karena saya seorang grappler. Perkembangan yang saya rasa lebih signifikan itu di BJJ,” ungkap Elipitua Siregar merujuk pada kekalahan pertama dan satu-satunya di ONE Championship dari Liu Peng Shuai.

Pria yang kini berlatih di Bali MMA tersebut percaya jika kemampuan BJJ akan jadi salah satu faktor penentu saat menghadapi Robin Catalan, atlet yang lebih ditakuti akan pukulan dan tendangannya.

Dengan memaksa sang rival bertarung di bawah, maka peluangnya untuk menyelesaikan laga dengan cepat lewat kuncian akan semakin terbuka.“Saya adalah pegulat, dan serangan utama bergulat itu takedown (menjatuhkan) dan pin (menahan). Tetapi kalau hanya gulat saja, enggak akan tahu cara kontrol yang lebih baik, bertahan dari submission, atau mencari submission itu sendiri. Para pegulat hanya sekadar tahu, tetapi untuk melakukan itu sangat berbeda,” lanjut pria berdarah Batak ini.

Lanjut Baca:

“Dia (Robin) adalah striker yang bagus dan kuat, tetapi di ground juga cukup bagus. Jadi, kita akan bergantung pada situasi nanti, tidak harus bermain bawah atau harus bermain atas. Kita akan melihat situasi di sana, melihat momentum dulu karena baik di bawah atau di atas dia ini memang bagus,” imbuhnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya