Liputan6.com, Jakarta: Tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia untuk pelayaran dari Tanjungpriok menjelang Natal, Lebaran, dan tahun baru sudah habis terjual. Namun untuk menampung arus pemudik yang belum mendapatkan tiket, Pelni akan mengerahkan kapal barang dan bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Demikian ditegaskan Direktur Usaha PT Pelni Arifudin di Jakarta, baru-baru ini.
Arifudin menjelaskan, tiket kapal yang berlayar pada tanggal 17 sampai 23 Desember sudah habis terjual. Bahkan pelayaran sebelum tanggal tersebut sebagian besar juga sudah penuh. Hal itu lantaran pembatasan jumlah penumpang oleh pemerintah sebesar 30 persen dari kapasitas normal untuk setiap kapal. Akibatnya, banyak calon penumpang yang tidak tertampung oleh armada Pelni. Untuk itu, PT Pelni akan menyiagakan armada-armada tambahan termasuk bekerja sama dengan TNI AL soal kemungkinan menggunakan kapal perang.
Kendati demikian, tambah dia, aturan tersebut malah membuat suasana di tiap kapal menjadi cukup nyaman dan aman. Tambahan itu hanya diperuntukkan di kabin kelas ekonomi. Sementara itu, PT Pelni juga tengah berusaha meningkatkan pelayanan dengan membentuk tim pemantau pelayanan tiket. Tim ini akan bertugas memberantas percaloan tiket yang hingga kini masih merajalela.(PIN/Miko Toro dan Satya Pandia)
Arifudin menjelaskan, tiket kapal yang berlayar pada tanggal 17 sampai 23 Desember sudah habis terjual. Bahkan pelayaran sebelum tanggal tersebut sebagian besar juga sudah penuh. Hal itu lantaran pembatasan jumlah penumpang oleh pemerintah sebesar 30 persen dari kapasitas normal untuk setiap kapal. Akibatnya, banyak calon penumpang yang tidak tertampung oleh armada Pelni. Untuk itu, PT Pelni akan menyiagakan armada-armada tambahan termasuk bekerja sama dengan TNI AL soal kemungkinan menggunakan kapal perang.
Kendati demikian, tambah dia, aturan tersebut malah membuat suasana di tiap kapal menjadi cukup nyaman dan aman. Tambahan itu hanya diperuntukkan di kabin kelas ekonomi. Sementara itu, PT Pelni juga tengah berusaha meningkatkan pelayanan dengan membentuk tim pemantau pelayanan tiket. Tim ini akan bertugas memberantas percaloan tiket yang hingga kini masih merajalela.(PIN/Miko Toro dan Satya Pandia)