Mengenal Qasim Matar Ali Al Hatmi dan Keputusannya Sebagai Wasit di Semifinal Piala AFF 2020

Keputusan wasit asal Oman, Qasim Matar Ali Al Hatmi, dalam laga semifinal leg kedua antara Indonesia vs Singapura nampaknya cukup kontroversial. Ia diketahui mengeluarkan tiga kartu merah bagi skuad tuan rumah

oleh Liputan6.comDiperbarui 26 Desember 2021, 10:44 WIB
Timnas Indonesia menang 4-2 atas Singapura pada laga leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021) malam WIB. Hasil itu membuat Indonesia lolos ke final dengan agregat 5-3. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)

Liputan6.com, Jakarta Qasim Matar Ali Al Hatmi merupakan wasit Piala AFF asal Oman. Pria kelahiran 1990 ini bertugas memimpin jalannya leg kedua semifinal Piala AFF 2020 antara Indonesia melawan Singapura di National Stadium pada Sabtu (25/12/2021) malam WIB.

Namanya menjadi banyak diperbincangkan usai membuat sejumlah keputusan yang dinilai kontroversial di laga tersebut. Qasim Matar Ali Al Hatmi diketahui memberi kartu merah kepada tiga pemain Timnas Singapura. Akibatnya, tuan rumah harus berlaga dengan delapan pemain.

Kartu merah pertama dilayangkan sang wasit kepada penggawa The Lions Safuwan Baharudin. Ia dianggap telah menyikut pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho jelang tendangan bebas pada periode tambahan waktu babak pertama.

Hal tersebut membuat Al Hatmi mengeluarkan kartu kuning kedua, sehingga Safuwan harus meninggalkan laga. Adapun, kartu merah lainnya diberikan kepada Irfan Fandi (’67) dan Hassan Sunny di menit ke-119.

Kartu merah terakhir menjadi yang paling dramatis di laga Indonesia vs Singapura. Pasalnya, aksi penyelamatan Hassan Sunny membuat The Lions dipaksa bermain tanpa kiper. Hassan mau tak mau angkat kaki dari laga usai menjegal Evan Dimas di luar kotak penalti.


Keputusan Lain

Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kiri) berselebrasi dengan rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Singapura pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021). Indonesia akan bertemu antara Thailand dan Vietnam di babak final. (AFP/Roslan Rahman)

Keputusan lain milik wasit yang dinilai kontroversial adalah gol Pratama Arhan pada menit ke-87. Gol tersebut sukses mengantarkan Timnas Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 2–2.

Tak dianulir wasit, beberapa pihak khawatir gol tersebut terindikasi offside. Media Vietnam Soha.vn bahkan terang-terangan menyebut Pratama Arhan telah jatuh ke posisi offside ketika rekan setimnya melepaskan tembakan.

“Wasit garis tidak mengetahuinya. Alhasil, pemain nomor 12 Indonesia itu menyerbu dengan sangat cepat setelah kiper Sunny mendorong bola keluar, dan kembali melepaskan tembakan ke gawang Singapura,” tulis Soha.vn dalam laporannya yang diunggah pada Sabtu (25/12/2021).

Di samping itu, angka ketiga Skuad Garuda yang diperoleh dari gol bunuh diri Shawal Anuar juga disebut tidak tepat. Soha.vn menyoroti posisi Irfan Jaya pada momen tersebut karena disinyalir telah offside.

Lanjut Baca:

“Dalam situasi ini, Irfan Jaya nampaknya sudah terjerumus ke dalam posisi offside. Ketika bek Singapura itu menggelepar dalam clearance-nya, pemain nomor 25 Indonesia juga telah memblokir langkah tersebut. Ini merupakan fase di mana wasit garis tidak memiliki sudut pandang yang baik,” sambung Soha.vn.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya