Ditangkap, Pemilik Rumah Tempat Ali Imron Bersembunyi

Muhajir, pemilik tambak udang tempat Ali Imron bersembunyi diringkus Polda Kaltim dan Tim Investigasi Bom Bali di Kutai Tenggarong, Kaltim. Polisi menemukan belasan senjata dan amunisi lagi di Lamongan, Jatim.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Januari 2003, 05:35 WIB
Liputan6.com, Samarinda: Kepolisian Daerah Kalimantan Timur bekerja sama dengan Tim Investigasi Bom Bali menangkap Muhajir. Pemilik tambak udang tempat Ali Imron bersembunyi ini diringkus di Kabupaten Kutai Tenggarong, Kaltim, pagi tadi. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Abdul Majid di Samarinda, Kaltim, Rabu (15/1) siang.

Menurut informasi yang dihimpun SCTV, Ali pernah menempati rumah Muhajir selama menjadi buronan dalam Kasus Bom Bali. Sebelum bertolak ke sana, dia sempat menyaksikan polisi ketika meringkus kakaknya, Amrozi di Lamongan, Jawa Timur [baca: Polisi Bertemu Ali Imron Saat Penangkapan Amrozi].

Selain menginformasikan penangkapan Muhajir, Majid juga mengungkapkan perkembangan pemeriksaan Ali Imron dan Mubarok. Menurut Majid, saat ini, Ali dan Mubarok, serta 12 orang lainnya masih terus diperiksa polisi. "Pemeriksaan berlangsung hingga Sabtu mendatang," ungkap Majid.

Penangkapan Mubarok membuat mertuanya, Siti Nafiatul di Surabaya, Jatim, sedih. Sebab, hingga kini, dia tak mengetahui keberadaan putrinya, Tri Sukmawati dan kedua cucunya. Dia mengaku, terakhir melihat anak ketiganya dan kedua cucu, saat berangkat bersama suaminya, Mubarok, September 2002. Kini, Siti berharap polisi mencari dan memberitahukan keberadaan anak dan kedua cucunya. Sebab, dia yakin, mereka tak bersalah.

Sementara itu, Tim Investigasi Kasus Bom Bali telah menemukan belasan pucuk senjata api, ribuan amunisi serta enam sak potasium klorat di rumah Ustad Ashari Dipo Kusuma di Desa Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Barang-barang yang diduga milik Ali Imron itu terdiri dari delapan pistol jenis FN, empat Revolver, tiga pucuk Magnum, dan 2.587 amunisi.

Dari kediaman Ashari, tim kemudian menuju rumah Hamim Buhori di Sedayu Lawas. Di sana, polisi menemukan sepucuk senpi jenis FN dan 12 butir amunisi. Hamim mengakui senjata itu memang milik Ali Imron. Kini, polisi masih mencari tiga pucuk senpi lainnya yang diduga masih disembunyikan Ali Imron.

Asal tahu saja, Ashari sudah ditahan di Kepolisian Resor Lamongan sejak beberapa hari silam. Awalnya, Ashari bungkam menyembunyikan senjata api milik Ali Imron. Namun, dia tak bisa mengelak setelah polisi menangkap Ali Imron di Pulau Tanjung Brukang lepas pantai Samarinda, awal pekan [baca: Ali Imron Ditangkap]. Diduga rumah Ashari digerebek berkat keterangan Ali Imron.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya