Citizen6,Samosir: Dalam upaya mengkampanyekan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas 2012, Polres Samosir bersama pelajar dan warga gelar parade 6500 kentungan. Kegiatan ini diikuti pelajar, guru, masyarakat, dan ulubalang se-Kabupaten Samosir dalam parade 6.500 kentungan, secara serentak dilakukan sekaligus peresmian Monumen Kentungan setinggi 15 Meter yang diprakarsai Kapolres Samosir AKBP Donny SH Damanik Sik.
Parade kentungan bagi suku Batak Toba disebut Tuntung ini dilaksanakan di Lapangan Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Kegiatan yang dilakukan bersama warga ini berhasil menembus catatan rekor Museum Record Republik Indoneisa (MURI) yang dicatat oleh Notaris Sintauli Tamba. Sedangkan monumen Kentungan setinggi 15 meter ini merupakan monument Kentungan yang tertinggi di Indonesia.
Para pelajar se-kabupaten Samosir juga membuat pernyataan dan komitmen yang menyatakan tidak mau terpengaruh terhadap perbuatan yang merusak moral bangsa seperti perbuatan amoral, judi, narkoba, dan seks bebas. Pernyataan tersebut dibacakan oleh salah satu siswa, Johannes Sidabutar yang merupakan siswa SMA Simanindo.
Kapolres Samosir, AKBP Donny mengucapkan terimaksaih kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Samosir yang sudah mampu berperan dalam kamtibmas. Harapan AKBP Donny untuk kedepannnya adalah semoga Kabupaten Samosir semakin nyaman dikunjungi pariwisata nasional dan Internasional.
"Kentungan dan Ulubalang adalah warisan kultural orang Batak Toba, khususnya yang berada di Kabupaten Samosir. Bila Ulubalang adalah unit budaya penjaga keamanan, maka kentungan adalah instrument budaya yang menghasilkan bunyi dan berbungsi sebagai sinyal dalam tatanan penciptaan keamanan,” tambah AKBP Donny.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperdayakan masyarakat dan melibatan tokoh masyarakat sebagai fungsi kontrol sosial selain dengan menerapkan strategi kepolisian kepada masyarakat. Dengan demikian kegiatan ini merupakan pendekatan budaya dalam hal penciptaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. (Yan Asma/YSH)
Parade kentungan bagi suku Batak Toba disebut Tuntung ini dilaksanakan di Lapangan Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Kegiatan yang dilakukan bersama warga ini berhasil menembus catatan rekor Museum Record Republik Indoneisa (MURI) yang dicatat oleh Notaris Sintauli Tamba. Sedangkan monumen Kentungan setinggi 15 meter ini merupakan monument Kentungan yang tertinggi di Indonesia.
Para pelajar se-kabupaten Samosir juga membuat pernyataan dan komitmen yang menyatakan tidak mau terpengaruh terhadap perbuatan yang merusak moral bangsa seperti perbuatan amoral, judi, narkoba, dan seks bebas. Pernyataan tersebut dibacakan oleh salah satu siswa, Johannes Sidabutar yang merupakan siswa SMA Simanindo.
Kapolres Samosir, AKBP Donny mengucapkan terimaksaih kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Samosir yang sudah mampu berperan dalam kamtibmas. Harapan AKBP Donny untuk kedepannnya adalah semoga Kabupaten Samosir semakin nyaman dikunjungi pariwisata nasional dan Internasional.
"Kentungan dan Ulubalang adalah warisan kultural orang Batak Toba, khususnya yang berada di Kabupaten Samosir. Bila Ulubalang adalah unit budaya penjaga keamanan, maka kentungan adalah instrument budaya yang menghasilkan bunyi dan berbungsi sebagai sinyal dalam tatanan penciptaan keamanan,” tambah AKBP Donny.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperdayakan masyarakat dan melibatan tokoh masyarakat sebagai fungsi kontrol sosial selain dengan menerapkan strategi kepolisian kepada masyarakat. Dengan demikian kegiatan ini merupakan pendekatan budaya dalam hal penciptaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. (Yan Asma/YSH)