Budaya Merayakan Sweet Seventeen

Usia 17 tahun merupakan angka yang dianggap spesial bagi para remaja. Umur dimana para remaja telah dianggap menginjak masa kedewasaan. Banyak cara merayakan sweet seventeen.

oleh yeshaDiterbitkan 23 Desember 2012, 14:05 WIB
Citizen6, Semarang: Usia 17 tahun merupakan angka yang dianggap spesial bagi para remaja. Umur dimana para remaja telah dianggap menginjak masa kedewasaan. Di umur 17 ini para remaja juga telah mendapat pengakuan resmi dari Negara dengan mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Lalu bagaimana budaya merayakan sweet seventeen?

Ya budaya merayakan ulang tahun ke-17 memang sudah berkembang, tak hanya di luar negeri tetapi juga di Indonesia. Para remaja terutama remaja putri sangat menanti-nantikan datangnya usia 17. Perayaan yang mewah, roti yang menjulang tinggi, dekorasi yang menawan, dan berbagai macam hiburan. Itulah gambaran ketika seseorang merayakan ulang tahun ke-17.

Salah satu contohnya, Tia Andriyani (18), memilih merayakan ulang tahun ke-17 secara besar-besaran di salah satu gedung di Semarang. Ia mengatakan, "Ulang tahun ini hanya terjadi sekali seumur hidup jadi aku mau punya kenang-kenangan buat diceritain ke anak-anakku. Selain itu aku anak perempuan satu-satunya di keluarga jadi orangtua mendukung, tetapi bukan maksudku mau berfoya-foya cuma mau membagi kebahagiaanku sama temen-temen semua."

Lalu apakah harus setiap perayaan ulang tahun ke 17 dirayakan seperti itu? Tentu tidak. Berbeda dengan Tia, Fitria Mega (18), mengungkapkan,  bukan perayaannya yang penting, tetapi anugerah yang diberikan Allah SWT sehingga kita masih dapat mencapai umur 17 tahun. "Ya aku memang merayakan ulangtahun ke-17 ku dulu, tapi tidak yang besar-besaran cukup makan bareng temen sama keluarga udah cukup kok, yang penting kebersamaannya," ungkapnya.

Ada berbagai cara untuk menyambut umur ke-17 ini. Ada yang dirayakan besar-besaran di gedung mewah dengan mengundang artis papan atas, ada pula yang sederhana dengan hanya mengundang beberapa teman dekat. Bahkan ada pula beberapa remaja yang masih peduli dengan lingkungannya dengan mengadakan perayaan bersama anak yatim piatu. Tidak ada yang salah dengan bentuk kita menyambut usia ke-17 ini, semuanya tentu berdasar rasa ingin berbagi dengan sesama yaitu berbagi kebahagiaan dan kebersamaan.

Itu semua merupakan bentuk apresiasi remaja dalam menyambut usia kedewasaannya. Apapun bentuknya perayaannya yang paling penting harus kita ingat adalah rasa syukur kepada Tuhan karena telah memberikan kita umur yang panjang hingga dapat menyambut usia kedewasaan kita. (Windariani Soeryo Handadari)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya