Manusia Bisa Dikloning 50 Tahun Lagi

Ilmuwan Inggris pemenang Nobel 2012, Sir John Gurdon meramalkan manusia akan bisa dikloning.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Desember 2012, 11:34 WIB
Orangtua yang hatinya hancur karena kehilangan anak dalam kecelakaan tragis, mungkin akan bisa mendapatkan pengganti buah hatinya itu. Lewat kloning.

Demikian disampaikan ilmuwan Inggris pemenang Nobel 2012, Sir John Gurdon. Meski tak sekonyong-konyong bisa dilakukan, butuh 50 tahun lagi untuk mewujudkannya.

Gurdon adalah ilmuwan yang berhasil mengkloning kodok pada tahun tahun 1950-an dan 1960-an, yang karyanya menjadi dasar bagi sejumlah ahli dari Edinburgh menciptakan domba kloning pertama di dunia, Dolly.

Ia yakin benar, dalam waktu setengah abad, kloning manusia bakal terwujud. Menciptakan kembar identik. Peran pada dokter adalah menyalin apa yang telah diproduksi oleh alam.

Menurut Gurdon, sementara setiap upaya untuk mengkloning manusia berujung debat panas soal etis dan moral yang kompleks, orang akan segera mengatasi segala kekhawatiran, dan lantas menyadari teknik itu akan berguna secara medis.

"Menurut saya, apapun yang dilakukan untuk meringankan penderitaan atau meningkatkan kesehatan manusia biasanya akan diterima secara luas oleh masyarakat," kata dia, seperti dimuat Daily Mail (19/12/2012).

"Begitu juga dengan kloning. Jika ternyata teknik itu memecahkan beberapa masalah dan berguna untuk orang-orang, saya pikir itu akan dapat diterima."

Seperti halnya yang terjadi sebelumnya pada fertilisasi in-vitro atau bayi tabung. Teknik yang awalnya dicurigai berat, akhirnya bisa diterima secara luas setelah kelahiran Louise Brown, bayi tabung pertama pada tahun 1978. Kini bahkan digunakan oleh ribuan pasangan tidak subur di seluruh dunia, agar bisa menimang bayi.

Namun, ia menyadari, sebagian besar embrio hewan yang dikloning hingga saat ini, dalam kondisi cacat. Jadi, Gurdon menambahkan, peningkatan metode kloning mutlak dilakukan. Jangan sampai hasilnya mengerikan.

Dalam acara radio BBC,  Four’s The Life Scientific, ahli biologi terkemuka itu mengaku, kali pertama melakukan eksperimen kloning kodok, ia meramalkan kloning pada mamalia akan bisa dilakukan 50 tahun sejak itu. Dan terbukti. Di titik ini, ia kembali meramalkan hal yang sama pada manusia.(Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya