Siswa SMU 70 yang Dikeluarkan Minta Bantuan Jokowi

Sejumlah siswa SMU 70 yang dikeluarkan pihak sekolah karena terlibat tawuran dengan SMU 6 Jakarta, menemui Jokowi.

oleh Andi Muttya KetengDiterbitkan 19 Desember 2012, 13:54 WIB
Sejumlah siswa SMU 70 yang dikeluarkan pihak sekolah karena terlibat tawuran dengan SMU 6 Jakarta, September lalu, menemui Gubernur DKI Jakarta Jokowi di Balaikota.

Ditemani beberapa guru dan wali murid mereka minta bantuan pria bernama asli Joko Widodo. Agar tidak dipindahkan ke sekolah lain.

"Yang tawuran kemarin kan diserahkan ke orang tua untuk dipindahkan ke sekolah yang lain. Saya sampaikan kepada kepala dinas, kepada sekolah, agar anak-anak itu tetap ikut ujian di SMU 70 karena waktunya sudah mepet," jelas Jokowi di Balaikota, Rabu (19/12/12).

Saat ditanya mengenai proses hukum siswa-siswa yang dikenakan skorsing tersebut, Jokowi menjelaskan, itu bukan wewenangnya melainkan wilayah hukum. Dia tidak akan mencampuri hal itu.

"Yang jadi urusan kami itu bagaimana anak-anak tetap bisa lulus, tugas guru biar anak yang bandel menjadi tidak bandel, karakternya yang tidak baik menjadi baik," jelas mantan walikota Solo tersebut.

Jokowi menambahkan, adalah tugas sekolah dan guru, untuk memberikan pendidikan karakter, sopan santun, budi pekerti pada para siswa. Tak melulu soal akademis. "Itu tanggung jawab skolah saya sampaikan," tambahnya.

Tawuran antara SMU 70 dan SMU 6 di kawasan Bulungan kerap terjadi, namun perkelahian antarsiswa yang terjadi 24 September 2012 lalu hingga makan korban jiwa.  Alawy Yusianto Putra (15), siswa SMAN 6  tewas akibat terkena bacokan siswa SMAN 70, FR (19).(Ein)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya