Korban Chernobyl Menuntut Kesejahteraan

Puluhan ribu korban Chernobyl mendesak pemerintah Rusia untuk memperbaiki kesejahteraan para korban. Tiap tahun, jumlah korban yang meninggal terus bertambah.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Desember 2000, 13:03 WIB
Liputan6.com, Moskwa:Ledakan pembangkit nuklir Chernobyl di Rusia yang terjadi 14 tahun silam sulit dilupakan oleh puluhan ribu pembersih limbah radioaktif. Para korban Chernobyl akan menuntut tanggung jawab pemerintah terhadap kesejahteraan korban.

Saat terjadi ledakan pembangkit tenaga nuklir, pemerintah Uni Sovyet melancarkan operasi pembersihan limbah radioaktif dengan mengerahkan 40 ribu tentara dan warga sipil dari Rusia, Belarusia, dan Ukraina. Celakanya, mereka ditempatkan di kawasan bencana tanpa pakaian dan peralatan pengamanan yang memadai. Hal itu disebabkan pemerintah Rusia lebih memprioritaskan penanggulangan dampak bencana.

Seusai menjalankan tugas, para pembersih tersebut terkena radiasi hingga mengalami cacat pada tubuh. Bahkan, jumlah korban yang meninggal akibat dampak radiasi terus saja bertambah. Menurut seorang korban bernama Igor Brekahov, sepanjang 17 hari operasi pembersihan, ia bekerja berdekatan dengan reaktor yang rusak. Beberapa hari setelah operasi itu selesai, Igor mulai merasakan dampak radiasi seperti muntah-muntah dan pendarahan hingga tak sadarkan diri. Tangan dan kaki kanan Igor juga tak dapat digerakkan seperti sedia kala.

Di tengah penderitaan para korban, pemerintah Rusia ternyata tak berbuat apa-apa untuk mengurangi penderitaan itu. Bahkan, dana kesejahteraan sosial milik korban selalu dipotong oleh pemerintah. Karena itu, para korban Chernobyl membentuk organisasi untuk menuntut pertanggung jawaban pemerintah atas penderitaan yang mereka alami.(ULF/Rya)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya