FOTO: Dokter Bosnia Bersiap untuk Gelombang Baru Saat Covid-19 Mengamuk

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 06 November 2021, 10:00 WIB
Dokter Bosnia bersiap untuk gelombang baru virus
Di kota barat laut Banja Luka, Bosnia, bangsal COVID-19 di rumah sakit utama perlahan terisi karena jumlah infeksi meningkat setiap hari.
Petugas medis merawat pasien di bagian COVID-19 rumah sakit University Clinical Center di Banja Luka, 4 November 2021. Ketika corona mengamuk di negara-negara tetangga, para dokter di Bosnia bersiap menghadapi ancaman gelombang baru di negara Balkan yang memiliki tingkat vaksinasi rendah. (AP Photo)
Seorang pasien diintubasi di bagian ICU COVID-19 rumah sakit University Clinical Center di Banja Luka, 4 November 2021. Para dokter di Bosnia bersiap menghadapi ancaman gelombang baru corona di negara yang menjadi salah satu paling terpukul di Eropa pada periode pandemi sebelumnya itu. (AP Photo)
Petugas medis merawat pasien di bagian COVID-19 rumah sakit University Clinical Center di Banja Luka, 4 November 2021. Ketika corona mengamuk di negara-negara tetangga, para dokter di Bosnia bersiap menghadapi ancaman gelombang baru di negara Balkan yang memiliki tingkat vaksinasi rendah. (AP Photo)
Petugas medis merawat pasien di bagian COVID-19 rumah sakit University Clinical Center di Banja Luka, 4 November 2021. Para dokter di Bosnia bersiap menghadapi ancaman gelombang baru corona di negara yang menjadi salah satu paling terpukul di Eropa pada periode pandemi sebelumnya itu. (AP Photo)
Pasien bernapas melalui masker oksigen di ICU rumah sakit University Clinical Center di Banja Luka, 4 November 2021. Ketika corona mengamuk di negara-negara tetangga, para dokter di Bosnia bersiap menghadapi ancaman gelombang baru di negara Balkan yang memiliki tingkat vaksinasi rendah. (AP Photo)
Petugas medis membantu pasien pindah tempat tidur di bagian COVID-19 rumah sakit Pusat Klinik Universitas di Banja Luka,4 November 2021. Ketika corona mengamuk di negara-negara tetangga, para dokter di Bosnia bersiap menghadapi ancaman gelombang baru di tengah tingkat vaksinasi rendah. (AP Photo)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya