Liputan6.com, Jakarta - Keluarga membantah jika Mahjabin Hakimi dibunuh Taliban. Sebelumnya, atlet voli Afghanistan itu dikabarkan dipenggal oleh Taliban.
Suraya Afzali, pelatih voli Mahjabin Hakimi, sebelumnya mengklaim pemainnya itu terbunuh awal Oktober 2021 dan foto-foto kepalanya yang terpenggal telah muncul di media sosial. Klaim itu dikabarkan Independen Persia dan diambil oleh outlet media di seluruh dunia.
Advertisement
Namun, seperti dilaporkan Alt News, keluarga menyatakan Mahjabin Hakimi tidak dibunuh oleh Taliban. Seorang anggota keluarga mengatakan dia meninggal pada 6 Agustus lalu. Kerabat itu juga membagikan foto batu nisan Mahjabin yang memiliki tanggal kematiannya tertulis di atasnya.
Skandar Hakimi, kakak Mahjabin, mengubah profil Facebook miliknya menjadi lingkaran hitam pada 7 Agustus lalu. Dalam kolom komentarnya, seseorang menulis: "Kami berdoa untuk saudara perempuanmu."
Pada 9 Agustus, Skandar mengunggah foto adiknya itu dengan perlengkapan militer. "Saya akan selalu bangga padamu, saudariku," ucapnya dalam keterangan foto.
Beberapa pengguna media sosial mempertanyakan laporan media tentang kematian Mahjabin Hakimi. Mereka menunjukkan wanita itu meninggal pada minggu pertama Agustus, sebelum Taliban menguasai Kabul, Afghanistan.
Berita menyesatkan
Wartawan India Deepa K. Parent melalui akun Twitter miliknya mengatakan sudah berbicara dengan keluarga Mahjabin. "Teman-teman, berbicara dengan anggota keluarga Ms. Hakimi dan telah menghapus tweet tentang kematiannya. Harap pertimbangkan permintaan keluarga dan hapus juga. Berita tentang penyebab kematiannya menyesatkan. Mohon doanya untuk kedamaiannya," kata Deepa.
Mantan kepala Tolo News Miraqa Popal, aktivis hak-hak perempuan Afghanistan Wazhma Frogh, dan Zaki Daryabi, seorang reporter di Etilaatroz, mengklaim kematian Mahjabin disebabkan bunuh diri. Popal menulis bahwa Mahjabin meninggal 10 hari sebelum Taliban mengambil alih Kabul. Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus.
Namun, pengguna Twitter Raihana Hashimi, yang mengaku mengenal Mahjabin secara pribadi, mengatakan, "Dia adalah anggota Komando Tentara Nasional Afghanistan dan dibunuh oleh mertuanya 10 hari sebelum Taliban (mengambil alih Kabul)."
Alt News juga berbicara dengan seseorang yang pernah melatih Mahjabin sebagai atlet voli. "Pada 2015, dia adalah bagian dari tim saya. Tim ini memainkan pertandingan antarkota di liga non-kompetitif. Pada 2016, saya meninggalkan Afghanistan. Sampai saat itu dia belum bermain untuk tim nasional," ucapnya.