Liputan6.com, Kairo: Untuk pertama kali Museum Nasional Mesir memamerkan 250 buah artefak Mesir Kuno, Kairo, akhir pekan kedua Desember ini. Selama ini, ratusan barang bersejarah tersebut disembunyikan di ruang bawah tanah museum dengan alasan keamanan. Pameran bertajuk "Hidden Treasure" ini sekaligus menandai peringatan ulang tahun ke-100 Museum Nasional Mesir.
Sebuah penyangga kepala dari gading milik Raja Tutankhamun menjadi daya tarik utama. Benda ini ditemukan di dalam peti mati Tutankhamun pada 1992. Doktor Zahi Hawass, seorang arkeolog Mesir mengatakan, pengunjung tak hanya bisa melihat benda-benda peninggalan Zaman Mesir Kuno. Tapi, mereka juga diajak mendalami sejarah yang terkadung di dalamnya.
Namun, setelah seminggu pameran digelar, pengelola hendak mengurangi jumlah artefak yang dipamerkan, hingga hanya sebanyak 7.000 buah. Rencananya, mereka juga akan membangun museum baru di sebelah Piramid Giza. Bangunan senilai US$ 350 juta itu bakal dijadikan rumah buat 150 ribu buah artefak peninggalan Raja Firaun.(KEN/Pin)
Sebuah penyangga kepala dari gading milik Raja Tutankhamun menjadi daya tarik utama. Benda ini ditemukan di dalam peti mati Tutankhamun pada 1992. Doktor Zahi Hawass, seorang arkeolog Mesir mengatakan, pengunjung tak hanya bisa melihat benda-benda peninggalan Zaman Mesir Kuno. Tapi, mereka juga diajak mendalami sejarah yang terkadung di dalamnya.
Namun, setelah seminggu pameran digelar, pengelola hendak mengurangi jumlah artefak yang dipamerkan, hingga hanya sebanyak 7.000 buah. Rencananya, mereka juga akan membangun museum baru di sebelah Piramid Giza. Bangunan senilai US$ 350 juta itu bakal dijadikan rumah buat 150 ribu buah artefak peninggalan Raja Firaun.(KEN/Pin)