Loenpia Semarang, Perpaduan Rasa Tionghoa dan Indonesia

Siapa yang tak kenal dengan loenpia? Kudapan paling terkenal yang berasal dari Kota Semarang ini memiliki cita rasa yang khas sebagai perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia.

oleh yeshaDiterbitkan 12 Desember 2012, 10:27 WIB
Citizen6, Semarang: Siapa yang tak kenal dengan Loenpia? Kudapan paling terkenal yang berasal dari Kota Semarang ini berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang yang dibalut dengan kulit loenpia, tak lupa bumbu dan acarnya sebagai pelengkap. Loenpia Semarang juga memiliki cita rasa yang khas sebagai perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah.

Tapi tahukah Anda bahwa loenpia ini memiliki berbagai macam aliran? Ternyata hal ini didasarkan pada letak kios atau toko tempat loenpia tersebut dijual. Aliran pertama adalah aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), sebagai generasi tertua Siem Swie Kiem tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan loenpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya adalah racikan rebungnya yang tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis. Aliran kedua adalah aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), aliran ketiga Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio).

Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing-Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta loenpia Semarang, Tjoa Thay Yoe-Wasih. Aliran keempatnya adalah sejumlah bekas pegawai loenpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat loenpia dengan resep hasil pembelajaran dari loenpia yang sudah beredar.

Dalam silsilah keluarga Tjoa Thay Yoe-Wasih, ada satu generasi yang juga memiliki kios loenpia, namanya sudah sangat terkenal dalam deretan loenpia terenak di Semarang. Loenpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43), atau sebagai generasi keempat terdapat di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem. Kekhasan loenpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung.

Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam loenpia, yaitu loenpia isi udang, loenpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan loenpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu loenpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam. Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan  Mataram (Jalan MT Haryono).

Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios loenpia sendiri di Semarang. Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta loenpia Semarang tersebut, banyak juga bermunculan orang-orang "luar" yang membuat loenpia Semarang. Pada umumnya mereka adalah mantan karyawan dari pemilik kios-kios loenpia dari beberapa generasi. Mereka yang mempunyai hobi kuliner (aliran kelima) juga turut meramaikan bisnis loenpia Semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Loenpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang. (Shafira Indah M)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya