Kasih yang Tak Mampu Diraih Arnold

Bertempat di Papua, film keenam Garin Nugroho berkisah tentang pencarian diri, kekerasan, dan cinta seorang remaja. Putra daerah dipercaya memerankan tokoh utama.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Desember 2002, 20:15 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Trauma dan takut dengan situasi kekerasan di sekitarnya, memaksa Arnold bersembunyi di tepi hutan dengan menutup dirinya dengan sosok Burung Kasuari. Di suatu saat, remaja berusia 16 tahun ini bertemu Kasih, seorang gadis cantik di penyeberangan. Detak jantungnya berdentum cepat, diobrak-abrik perasaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Remaja yang beranjak dewasa ini pun jatuh cinta. Tiba-tiba terlintas dibenaknya untuk mengecup sang dara. Namun pelajar sekolah menengah umum ini bingung mengungkapkan perasaannya. Cinta Arnold ternyata bertepuk sebelah tangan. Kasih selalu menangis ketakutan saat dia datang. Sayang, keinginan Arnold tak pernah terwujud. Putra guru tari Burung Kasuari itu cuma bisa membelai wajah gadis pujaannya saat mengembalikan rosario.

Begitulah sekilas alur cerita film "Aku Ingin Menciummu Sekali Saja" karya Garin Nugroho yang diputar pertama kali di Jakarta, Kamis (19/12) siang. Film keenam Garin ini berkisah tentang pencarian diri, kekerasan, dan cinta seorang remaja Pulau Cendrawasih. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini berharap sinema yang berlokasi di Papua ini mampu memperkaya perfilman di Tanah Air.

Tak hanya tempat, sutradara langganan festival film internasional ini juga memilih putra daerah Oktavianus Rysiat Muabuai sebagai pemeran Arnold. Para pemain lokal lainnya yakni Sonya Silviana Baransano, Philip Ramandey, Vivaldi Gores Aronggear, dan Lince Ribka Indey. Dari ibukota, Garin mempercayai Lulu Tobing, bintang sinetron dan model iklan, sebagai Kasih. Film berdurasi 90 menit itu juga didukung aktor kawakan Adi Kurdi.

Setahun silam, Garin bersama sejumlah sineas muda dan dosen IKJ merilis film dan buku serial Pustaka Anak Bangsa. Konseptor film Anak Seribu Pulau ini berharap karya itu mampu mendorong anak-anak untuk lebih mengenal kebudayaan Nusantara [baca: Garin Nugroho: Biarlah Masyarakat Memilih].(COK/Geong Rusdianto dan Ari Trisna)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya