Kasus pembunuhan Ahmad Rio Suharsa alias Rio Brio, desainer muda asal Semarang, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Dari penyelidikan polisi diketahui pelakunya adalah Rifki Faisal alias Dede (19 tahun), warga Telogosari, Pedurungan Wetan, Semarang, yang tak lain kekasih sesama jenis korban.
Dede ditangkap dalam pelariannya di Denpasar, Bali, bersama rekannya bernama Vido Yuli Antono alias Edo (19 tahun), warga Jomblang, Candisari, Semarang. Setelah ditangkap, Senin (10/12/2012), keduanya langsung dibawa ke Semarang oleh polisi.
Kepada polisi, Dede mengaku membunuh korban lantaran cemburu karena Rio dua kali menolak diajak nonton ke bioskop dan ternyata malah jalan dengan pria lain. Emosi Dede kian memuncak ketika datang ke rumah kontrakan korban bersama rekannya Edo. Di Jalan Nangka, Semarang, malah disambut makian, bahkan korban sampai menampar Dede.
Tanpa pikir panjang, melihat sebilah pisau di meja ruang tamu, Dede pun langsung mengambil dan menikam tubuh Rio dengan membabi buta hingga Rio tewas dengan 40 lebih tusukan.
Panik melihat pasangannya tewas bersimbah darah, Dede akhirnya memilih kabur mengajak Edo dengan membawa lari mobil Honda Jazz milik korban yang kemudian ditinggalkannya di terminal bus Yogyakarta. Keduanya kemudian kabur ke Denpasar.
Dari tangan tersangka polisi menyita mobil, kartu anjungan tunai mandiri, kartu tanda penduduk, surat izin mengemudi, perhiasan, dan sejumlah uang tunai. Atas perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Markas Kepolisian Resor Semarang untuk diproses secara hukum.(Ado)
Dede ditangkap dalam pelariannya di Denpasar, Bali, bersama rekannya bernama Vido Yuli Antono alias Edo (19 tahun), warga Jomblang, Candisari, Semarang. Setelah ditangkap, Senin (10/12/2012), keduanya langsung dibawa ke Semarang oleh polisi.
Kepada polisi, Dede mengaku membunuh korban lantaran cemburu karena Rio dua kali menolak diajak nonton ke bioskop dan ternyata malah jalan dengan pria lain. Emosi Dede kian memuncak ketika datang ke rumah kontrakan korban bersama rekannya Edo. Di Jalan Nangka, Semarang, malah disambut makian, bahkan korban sampai menampar Dede.
Tanpa pikir panjang, melihat sebilah pisau di meja ruang tamu, Dede pun langsung mengambil dan menikam tubuh Rio dengan membabi buta hingga Rio tewas dengan 40 lebih tusukan.
Panik melihat pasangannya tewas bersimbah darah, Dede akhirnya memilih kabur mengajak Edo dengan membawa lari mobil Honda Jazz milik korban yang kemudian ditinggalkannya di terminal bus Yogyakarta. Keduanya kemudian kabur ke Denpasar.
Dari tangan tersangka polisi menyita mobil, kartu anjungan tunai mandiri, kartu tanda penduduk, surat izin mengemudi, perhiasan, dan sejumlah uang tunai. Atas perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Markas Kepolisian Resor Semarang untuk diproses secara hukum.(Ado)