Liputan6.com, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia Pusat alias KPI Pusat tengah disorot khalayak terkait dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu staf. Yang bikin syok, terduga pelaku malah melaporkan balik korban ke polisi. Kabar terbaru menyebut aksi lapor balik ini ditolak polisi.
Suasana memanas ketika Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, dalam sebuah interviu mengimbau untuk mengesampingkan hak asasi manusia dan memberi panggung buat Saipul Jamil tampil di layar kaca untuk menyampaikan edukasi bahaya predator.
Advertisement
Sejumlah artis mengecam. mereka menuang keresahan soal KPI Pusat dan dugaan pelecehan seksual. Bahkan, sampai ada yang ingin mengembalikan honor yang didapat dari acara KPI dalam bentuk “ikoy-ikoyan.” Berikut 6 artis yang mengkritik.
Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
1. Najwa Shihab
“Ketika korban sudah berani bersuara, dia kemudian ancamannya itu tadi, UU ITE. Pasal yang sudah mengkriminalkan banyak pihak. Sangat disayangkan sebenarnya,” ujar Direktur Eksekutif LBH Apik, Siti Mazuma, dikutip Najwa Shihab di akun Instagram terverifkasinya, bulan ini.
Ketua KPI yang sudah hadir di studio Mata Najwa malah pulang. “Bahkan sudah siap naik panggung tapi tiba2 menolak berdialog ketika pengacara MS, korban di KPI sedang berbicara dan langsung keluar meninggalkan studio,” beri tahunya.
2. Ernest Prakasa
Kritik sepedas sambal geprek level 10 disemburkan Ernest Prakasa lewat akun Twitter terverfikasinya pada 10 September 2021. Isinya, singkat saja, “Ribut bicara moral, lupa melirik cermin. Komisi Pelecehan Indonesia.”
Cuita ini disukai lebih dari 27 ribu orang dan direspons beragam warganet. Salah satunya, @dolor_sit_amet yang bertanya, “Sebenarnya sepenting apa pelaku buat KPI? kok sampe dipertahankan, lalu seurgent apa Saipul j***** mereka jadikan pembicara?”
3. Sherina Munaf
“Kejahatan, perbuatan kriminal, pelecehan seksual harus ditindak, bukan malahan diredam. Kawal terus KPI Pusat,” ajak Sherina Munaf lewat akun Twitter terverifikasinya, pada 11 September 2021.
Selain itu, pelantun “Cinta Pertama dan Terakhir” mendengungkan tagar SayaBerdiriBersamaKorban dan BersuaraBersamaKorban. Akun @yudski merespons tajam dengan menulis, “Dari KPI kita belajar: Jika ada bau busuk, jangan buang bangkainya, tutupi saja sampai tidak tercium baunya.”