Peringati Hari Olah Raga Nasional, Mohammed Rashid Berbagi Pengalaman dengan Akademi Persib

Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2021, Persib Bandung menggelar program Sauyunan.

oleh Huyogo SimbolonDiterbitkan 10 September 2021, 06:00 WIB
Gelandang Persib Bandung Mohammed Bassim Rashid berbagi pengalaman kepada pemain Diklat Persib. (Foto: Dok Persib)

Liputan6.com, Bandung Memperingati Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2021, Persib Bandung menggelar program Sauyunan. Kali ini, kegiatan melibatkan 20 siswa dan siswi Akademi Persib berusia 12-15 tahun itu dilakukan berupa latihan bersama secara daring.

Meski digelar secara daring, Sauyunan kali ini terasa lebih istimewa dengan kehadiran Mohammed Bassim Rashid. Didampingi penerjemah, Rijki Kurniawan, gelandang Persib asal Palestina itu bertindak sebagai pemandu latihan.

Rashid tampak antusias memandu sejumlah gerakan dalam berlatih sepakbola di Lapangan Futsal Perumda Tirtawening, Kota Bandung, Selasa (7/9/2021). Gerakan-gerakan yang dilakukan meliputi pemanasan, sentuhan dan penguasaan bola.

“Coaching clinic ini sangat bagus dilakukan Persib untuk mendukung anak-anak ini agar tetap sehat dan bugar melalui sepakbola. Terima kasih sudah mengundang saya. Semoga apa yang saya berikan ini bisa bermanfaat dan menambah semangat mereka,” kata Rashid melalui keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Di akhir kegiatan, Sauyunan memberi kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi secara daring dengan pemilik nomor punggung 74 itu. Salah satu peserta bernama Daffa mengajukan pertanyaan tentang prioritas antara sepakbola dan sekolah.

Rashid mengungkapkan, hal terpenting bagi dirinya adalah pendidikan. Dia pernah memilih sepakbola ketimbang sekolah. Tapi kemudian mengalami cedera yang membuatnya fokus untuk menuntaskan pendidikan.

Setelah menuntaskan pendidikannya di sebuah universitas, ia kembali menekuni sepakbola dan berhasil meyakinkan keluarganya untuk mengukir prestasi. Cita-cita itu menjadi nyata tatkala dirinya bergabung dengan Tim Nasional Palestina U-23. Itu membuat kedua orangtuanya bangga.

“Seratus persen tentu saja sekolah adalah hal utama karena dengan gelar dari universitas, saya bisa mendapatkan segalanya. Sepakbola hanya bisa dilakukan sampai usia 35-36 tahun. Setelah itu, kamu akan pensiun. Itu bisa datang lebih dini jika kamu mengalami cedera. Jika itu terjadi, tidak ada yang bisa dilakukan tanpa pendidikan. Tapi, jika bisa melakukan keduanya, itu akan jadi berkah tersendiri,” kata Rashid.

Lanjut Baca:

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya