Liputan6.com, Jakarta Fiko Nainggolan merupakan musikus solo sekaligus pencipta lagu yang kreativitasnya kerap menghasilkan lagu-lagu dengan irama dan musik yang nyaman di telinga. Fiko pun memamerkan hasil karyanya dengan cara “do it yourself” melalui radio-radio di kota asalnya, Cirebon.
Pria bernama Atanasius Feriko Triantoro yang lahir di Cirebon, 21 Februari 1992, berhasil merebut hati banyak pendengar. Alhasil, banyak yang meminta alias me-request lagu Fiko pada jam-jam tertentu doi sesi lagu-lagu indie.
Advertisement
Lagu berjudul "Debar Asmara" itu pun sukses mendapat respons positif di radio-radio tersebut. Lagu ini menceritakan tentang dua insan yang bertemu pertama kali di suatu pesta. Awalnya, mereka saling tatap namun malu-malu.
Inspirasi Lagu
Lagu "Debar Asmara" dirasa cocok bagi mereka yang menyukai seseorang namun malu-malu.
"Kalau kita bertemu dengan orang baru yang kita suka, langsung saja dekati dengan cara yang halus. Karena kita tidak tahu kapan kita bisa bertemu dia lagi," Fiko berpesan.
Fiko membuat lagu ini karena terinspirasi dari lagu Diskoria feat. Dian Sastrowardoyo. Menurut pengagum berat Chrisye ini, lagu tersebut membuatnya teringat dengan masa-masa sekolah dasar.
Dahulu, orang tua Fiko membangunkan anak-anaknya untuk bersekolah dengan memutar lagu-lagu era 1980-an di ruang tamu menggunakan volume sangat keras. Lagu-lagu tersebut lantas menempel di kepala Fiko hingga ia jadi menyukainya.
Diskoria mampu menumbuhkan memori indah itu, sehingga Fiko terinspirasi membuat lagu-lagu berbahasa Indonesia lawas yang dibalut dengan nuansa kekinian.
Di Belakang Layar
Selama proses rekaman, Fiko dibantu oleh rekannya, Raditya Joko Bramantyo selaku produser musiknya.
"Kalau lagu sih dia yang menciptakan sendiri. Proses rekamannya hanya sehari, kok. Berlokasi di studio musik Syaelendra yang merupakan salah satu studio paling lama di Indonesia. Sengaja take di situ agar dapat vibes jadul-nya juga," jelas Raditya Joko Bramantyo.
"Untuk proses mixing mastering dibantu oleh idola saya, mas Jawa Maliq & The Essentials. Sedangkan untuk proses produksi dari workshop sampai rekaman, kurang lebih memakan waktu 3 sampai 4 hari," lanjut Raditya.