Suporter Barcelona Tempuh Jalur Hukum demi Hentikan Transfer Lionel Messi ke PSG

Pekan lalu Barcelona dan Lionel Messi mengumumkan akan mengakhiri kebersamaan selama 21 tahun. Keduanya harus bercerai karena Barcelona tidak bisa mendaftarkan kontrak baru Messi ke La Liga yang menerapkan FFP ketat.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 10 Agustus 2021, 16:30 WIB
Suporter Barcelona tidak terima dengan kepindahan Lionel Messi. (AFP/Pau Barrena)

Liputan6.com, Barcelona - Pendukung Barcelona mengajukan gugatan kepada pengadilan Prancis dan Komisi Uni Eropa dengan tujuan menghalangi kepindahan Lionel Messi ke Paris Saint-Germain (PSG).

Suporter tersebut menilai otoritas sepak bola Prancis gagal menegakkan aturan financial fair play (FFP) dan justru membantu PSG menjadi kekuatan sepak bola Eropa.

FFP melarang klub untuk belanja pemain melebihi total pendapatan. Dengan merekrut Messi, fans Barcelona itu yakin PSG akan melanggarnya.

ESPN melaporkan, Komisi Uni Eropa telah menerima gugatan itu dan sedang mempelajarinya. Sementara PSG dan Liga Sepak Bola Prancis (LFP) belum memberi keterangan.

Manuver ini merupakan aksi suporter Barcelona yang enggan kehilangan pemain kesayangan. Barcelona sepenuhnya dimiliki oleh para penggemar yang membayar iuran, dikenal sebagai 'socios'.

 


Tidak Adil

Lionel Messi menangis saat mengucapkan selamat tinggal kepada Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

UEFA biasanya menetapkan standar 70 persen bagi rasio upah terhadap pendapatan. Namun, sejumlah klub besar biasanya melebihi. Beberapa bahkan mungkin mencapai 100 persen.

Menurut pendukung Barcelona, transfer Messi ke PSG akan menciptakan distorsi pada persaingan antarliga. Dampaknya kemudian melebar ke persaingan pasar di Uni Eropa dan masuk kategori bantuan negara.

Komisi Eropa bisa memerintahkan anggotanya mencabut bantuan tersebut jika terbukti memberikan keuntungan yang tidak adil kepada perusahaan.

 


Dilarang La Liga

Dua penyerang Barcelona, Ansu Fati dan Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Levante. Barcelona menang 2-1 dalam pertandingan jornada 22 La Liga di Camp Nou, Senin (3/2/2020) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Pekan lalu Barcelona dan Lionel Messi mengumumkan akan mengakhiri kebersamaan selama 21 tahun. Keduanya harus bercerai karena Barcelona tidak bisa mendaftarkan kontrak baru Messi ke La Liga yang menerapkan FFP ketat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya