Pemerintah Sebut Mobilitas Masyarakat Turun di Hari ke-12 PPKM Darurat

PPKM Darurat membuat mobilitas masyarakat di sejumlah daerah turun, sebuah sinyal positif untuk menekan tingkat penularan Covid-19.

oleh Rita AyuningtyasDiperbarui 15 Juli 2021, 10:17 WIB
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PPKM Darurat membuat mobilitas masyarakat di sejumlah daerah turun. Ini adalah sebuah sinyal positif untuk menekan tingkat penularan Covid-19.

Pemerintah menyebut, tingkat mobilitas masyarakat di hampir seluruh wilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten turun.

"DKI Jakarta mengalami penurunan mobilitas hingga minus 21,3%, hanya wilayah Jakarta Timur yang masih cukup padat. Wilayah Jawa Barat juga mengalami penurunan, meski di wilayah pantura masih ada pergerakan masyarakat yang cukup tinggi," ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi saat menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan implementasi PPKM Darurat, Rabu 14 Juli 2021.

Dia menyebutkan, pemerintah melalui Koordinator PPKM Darurat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemda, TNI, Polri, Satpol PP, dan tentunya masyarakat yang taat dan patuh menjalankan aturan PPKM Darurat ini sehingga penurunan mobilitas bisa terjadi.

Penurunan ini hendaknya menjadi pemicu untuk lebih optimal lagi.

"Koordinator PPKM Darurat mengimbau agar seluruh pihak terus bekerja menekan mobilitas masyarakat hingga minus 30 persen, dan pada akhirnya mencapai minus 50 persen," kata Dedy.

Dedy juga mengingatkan, penurunan mobilitas masyarakat merupakan agenda yang betul-betul menjadi prioritas pada saat ini untuk bisa menghambat penyebaran virus Corona penyebab Covid-19, secara signifikan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kasus Baru Tembus 50 Ribu

Pada kesempatan itu, Dedy juga menjelaskan tentang perkembangan status kasus Covid-19 dan program vaksinasi di Tanah Air.

"Dengan berat hati kami harus menyampaikan bahwa jumlah kasus baru pada hari ini kembali mencapai jumlah tertinggi selama pandemi, yaitu sebanyak 54.517 kasus baru. Sedangkan untuk kasus aktif pada hari ini mencapai 443.473 kasus. Dengan berat hati juga kami sampaikan hari ini kita kehilangan 991 saudara kita yang meninggal dunia karena Covid-19," kata Dedy.

Menurut dia, peningkatan kasus baru ini sekaligus menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih mengupayakan yang terbaik, termasuk dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan mematuhi PPKM Darurat.

Dedy kembali mengingatkan, angka penurunan mobilitas masyarakat saat ini tidaklah cukup untuk menekan kasus Covid-19. Masih perlu diturunkan lagi hingga mencapai 50 persen.

Yang tak kalah penting adalah untuk terus meningkatkan jumlah masyarakat yang divaksinasi. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya