Top 3: Harga Vaksinasi Covid-19 Berbayar yang Disediakan Kimia Farma

Berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 12 Juli 2021.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 12 Juli 2021, 07:30 WIB
Warga saat verifikasi pendaftaraan vaksinasi COVID-19 di Taman Dadap Merah, Kebagusan, Jakarta, Sabtu (10/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 16 mobil vaksin keliling untuk mempercepat target vaksinansi bagi warga DKI Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menyediakan Vaksinasi Gotong Rotong (VGR) Individu atau vaksinasi berbayar mulai Senin 12 Juli 2021. Harga dari vaksinasi ini sebesar Rp 879.140 untuk dua dosis vaksin Sinopharm.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Siti Nadia Tarmizi menambahkan, vaksin yang digunakan dalam vaksinasi berbayar di Klinik Kimia Farma adalah Sinopharm.

Artikel mengenai vaksin berbayar tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 12 Juli 2021:

1. Kimia Farma Sediakan Vaksinasi Berbayar Mulai 12 Juli 2021, Harganya Rp 879.140

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menyediakan Vaksinasi Gotong Rotong (VGR) Individu atau vaksinasi berbayar mulai Senin 12 Juli 2021. Harga dari vaksinasi ini sebesar Rp 879.140 untuk dua dosis vaksin Sinopharm.

Langkah BUMN farmasi ini menyediakan vaksinasi berbayar karena berdasarkan riset beberapa lembaga, terdapat permintaan dari kelompok masyarakat yang ingin vaksinasi secara individu agar segera mendapat perlindungan kesehatan pribadi.

Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansyuri menyatakan, Vaksinasi Gotong Royong Individu atau vaksinasi berbayar dapat mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

2. Pesan Erick Thohir ke Direksi BUMN: Jangan Pernah Lelah Membantu Rakyat

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menyambut kedatangan bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong percepatan penanganan Covid-19. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggerakkan perusahaan pelat merah untuk berkontribusi dukung pasokan oksigen bagi pasien Covid-19.

Menteri BUMN, Erick Tohir mengapresiasi dukungan BUMN termasuk Pertamina bersama anak dalam percepatan penanganan pasokan oksigen. Saat ini, BUMN melakukan tugas-tugas ini untuk pendukung kementerian lain, seperti kebutuhan oksigen di Rumah Sakit (RS) yang sangat penting untuk saat ini.

"Kita memang tidak memproduksi oksigen untuk medical, tetapi fasilitas yang kita punya bisa di switch sebagian untuk medical. Ini yang saya tekankan kepada seluruh direksi BUMN bahwa kita harus menjadi service-oriented bukan birokrasi. Jangan pernah lelah ketika kita harus membantu rakyat. Kita buktikan dengan kekonkritan," tegas Erick.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

3. Cara Pengusaha Bantu Pemerintah Kembalikan Status Indonesia Jadi Negara Menengah Atas

Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 Arsjad Rasjid.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, terdapat beberapa upaya yang akan dilakukan dunia usaha untuk membantu pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan membantu menaikan status negara menengah bawah.

“Untuk meningkatkan kembali ekonomi Indonesia, kita harus membangun industri yang terdampak pandemi, namun sangat potensial untuk dikembangkan. Pengembangan ekonomi secara lebih merata di daerah juga perlu dilakukan,” kata Arsjad kepada Liputan6.com.

Selain itu, dunia usaha juga harus mengembangkan perekonomian nasional dan daerah dengan mempromosikan industri kreatif dan destinasi pariwisata baru yang potensial. Dimana industri pariwisata maupun turunannya seperti akomodasi dan transportasi sangat merasakan dampak dari pandemi.

Simak artikel selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya